Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Serangan di Saudi Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

 

PedomanBengkulu.com - Harga minyak naik setelah serangan mematikan terhadap ladang minyak Arab Saudi memicu kekhawatiran bahwa eskalasi permusuhan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan, meskipun ekspor melalui Selat Hormuz meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik mendekati US$98 per barel setelah bergerak dalam rentang US$4 pada Rabu (21/10). Sementara itu, minyak mentah Brent melonjak menembus US$110 per barel dalam perdagangan setelah penyelesaian transaksi. Serangan pesawat nirawak terhadap ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco menewaskan dua orang, meskipun operasional fasilitas tersebut tidak terdampak. Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) telah memerintahkan sejumlah personel kedutaan beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi.

Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, telah melonjak hampir 80% sepanjang tahun ini setelah perang AS-Iran mengganggu aliran energi dari Teluk Persia. Namun, ekspor belakangan meningkat seiring kapal-kapal tanker mematikan transponder mereka untuk menghindari deteksi. Berdasarkan perkiraan pedagang dan bank, pengiriman minyak mentah telah kembali mendekati tingkat sebelum perang, meskipun arus produk minyak masih terkendala.

Tekanan pasokan lebih terasa pada produk minyak olahan, terutama solar, dan diperparah oleh serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia. Pemerintah di berbagai negara mulai memanfaatkan cadangan minyak untuk meredakan ketatnya pasokan. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mendorong sejumlah langkah untuk menurunkan harga energi menjelang pemilihan paruh waktu bulan depan, termasuk pengecualian tarif terkait Rusia, kesepakatan pasokan solar dengan Moskow, serta penjualan kapal tanker yang terkena sanksi.

Secara terpisah, persediaan minyak mentah AS turun sedikit lebih dari 3 juta barel, sementara sebanyak 300.000 barel lainnya dikeluarkan dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve), menurut Badan Informasi Energi AS (Energy Information Administration). Persediaan minyak sulingan meningkat hampir 2 juta barel, memberikan sedikit kelegaan bagi pasar solar dan minyak pemanas yang tertekan oleh ketatnya pasokan dan tingginya harga.

Harga minyak:
  • Minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember naik 0,8% menjadi US$97,91 per barel pada pukul 06.05 waktu Singapura.
  • Minyak mentah Brent untuk penyelesaian Desember ditutup relatif tidak berubah di level US$108,82 per barel pada Rabu, sebelum naik dalam perdagangan setelah penyelesaian transaksi.

Sumber: www.bloombergtechnoz.com