Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

RDP Dinilai Buntu Belum Ada Kesepakatan, Tenno: Aksi 2 September Tetap Berlangsung

PedomanBengkulu.com, Seluma — Rapat Dengar Pendapat RDP antara Pemkab Seluma, DPRD Seluma dengan para kontraktor dan pihak ketiga kembali tidak menghasilkan kesepakatan. RDP yang digelar di gedung DPRD Seluma, Selasa (1/9/2026) hingga sore hari belum menemui titik terang terkait penyelesaian utang pemerintah daerah.

Dengan hasil tersebut, rencana aksi besar-besaran pada Rabu (2/9/2026) dipastikan tetap berlangsung. Massa bahkan menyiapkan pengerahan sekitar 720 orang serta tiga unit excavator untuk mendatangi Kantor DPRD dan Kantor Bupati Seluma.

RDP dipimpin Wakil Ketua I DPRD Seluma dan dihadiri Sekretaris Daerah Sekda Seluma, Kepala Badan Keuangan Daerah BKD, Inspektorat, Kajari Seluma, Kapolres Seluma, serta para kontraktor yang menuntut pembayaran hak mereka.

Pertemuan itu sejatinya menjadi upaya terakhir mencari solusi sebelum aksi digelar. Namun hingga selesai, belum ada keputusan konkret dari pemerintah daerah terkait mekanisme dan waktu pembayaran.

Koordinator Lapangan Korlap aksi, Tenno Haikal saat dikonfirmasi usai RDP mengaku kecewa dengan hasil pertemuan tersebut. Menurutnya, Pemkab Seluma belum menunjukkan niat baik dan langkah nyata dalam menyelesaikan utang.

"RDP hari ini alhamdulillah tidak ada kejelasan. Niat baik pemerintah daerah masih belum ada. Berarti harus menunggu aksi kita besok dan seterusnya," ujar Tenno.

Tenno juga menegaskan pihaknya tidak akan berhenti menuntut sebelum hak-hak mereka dibayarkan.

"Kami yakinkan, sebelum ini tuntas kami tidak akan berhenti menuntut hak kami," tegasnya.

Terkait aksi, Tenno memastikan jumlah massa tetap sama seperti rencana awal.

"Untuk massa masih tetap 720 massa," katanya.

Selain massa, tiga unit excavator juga telah disiapkan untuk dibawa ke lokasi aksi sebagai bentuk desakan agar pemerintah segera memberi kepastian penyelesaian kewajiban yang masih tertunggak.

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari hearing pada 26 Agustus 2026. Para kontraktor, pihak ketiga dan mantan anggota DPRD Seluma mendesak Pemkab menyelesaikan utang yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp31 miliar.

Dengan RDP yang belum menghasilkan titik terang, massa berharap aksi 2 September dapat mendorong Pemkab Seluma segera mengambil keputusan konkret terkait pembayaran.


Penulis: Rahmat