Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Siswi Magang Diduga Menjadi Korban Pelecehan Oknum Pejabat Lebong


Siswi Magang Diduga Menjadi Korban Pelecehan Oknum Pejabat Lebong/spy
 
PedomanBengkulu.com, Lebong - Dugaan kasus pelecehan seksual mencuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebong. Seorang pejabat di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang siswi magang asal salah satu SMK Kabupaten Lebong. Kasus yang sedang hangat diperbincangkan ini, dikabarkan juga tengah memasuki tahap penyelesaian damai bersama pihak keluarga korban.
 
Berdasarkan informasi yang dikutip dari media dipatriot.com, insiden bermula ketika siswi magang sedang menjalani praktik kerja di kantor OPD tempat oknum tersebut bertugas. Saat itu siswi ini dipanggil masuk ke ruangan pejabat, yang tiba-tiba memeluknya secara paksa. Korban berupaya melepaskan diri dan berhasil melarikan diri dari ruangan, sehingga terhindar dari tindakan lebih lanjut. Informasi ini dibenarkan Guru bagian Kesiswaan di sekolah asal Siswi tersebut.
 
"Iya, awalnya siswa magang kami meminta pindah tempat magang karena pengakuannya oknum pejabat itu memeluknya dan ia sempat melarikan diri, dan kepindahannya sudah kami urus," ungkapnya.
 
Pihak sekolah menyarankan untuk penjelasan lebih rinci dapat dimintai kepada keluarga korban serta Kepala Desa setempat. Kemudian dari sumber terpercaya di desa kediaman korban,  mengonfirmasi bahwa saat ini  kedua belah pihak sedang membahas proses penyelesaian damai.
 
"Saat ini sedang diurus damai dengan oknum pejabat tersebut, dan uang denda sebesar Rp20 juta sudah diserahkan kepada pihak keluarga korban," ujar sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
 
Begitu juga Ayah korban, turut membenarkan hal serupa saat dikonfirmasi di kediamannya. Ia memastikan oknum yang bersangkutan telah datang menemui keluarganya dan meminta maaf.
 
"Benar, oknum itu sudah datang ke rumah meminta maaf, mengaku khilaf. Namun untuk saat ini kami masih ada urusan," ucapnya singkat.
 
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang, maupun oknum pejabat yang bersangkutan terkait kasus tersebut.[spy]