PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Masalah krisis air bersih mulai membayangi masyarakat di beberapa wilayah Kota Bengkulu. Penurunan debit air sungai yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah menyulitkan jaringan Perumda Tirta Hidayah (PDAM) untuk beroperasi secara optimal.
Dampak kekeringan ini kian diperparah oleh mengeringnya sumur-sumur milik warga, terutama yang tinggal di kawasan perumahan.
Kecamatan Muara Bangkahulu menjadi salah satu area yang mengalami dampak paling serius. Ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut kini mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mencuci, dan mandi.
Kondisi sumur warga yang surut total memaksa mereka bergantung penuh pada pasokan luar.
Merespon keluhan masyarakat yang kian meluas, Pemerintah Kota Bengkulu langsung mengambil langkah cepat. Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menginstruksikan Perumda Tirta Hidayah bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu.
Kedua instansi ini diperintahkan untuk melakukan distribusi air bersih secara berkala dan bersiaga penuh selama 24 jam.
Dalam arahannya, Walikota menekankan pentingnya respon cepat dan kerja sama lintas instansi agar bantuan logistik air dapat tersalurkan.
"Apa respon kita dari Pemerintah Kota Bengkulu? PDAM saya minta untuk siaga, untuk standby. Bilamana memang kurang tangki, BPBD punya tangki untuk membantu menyuplai air. Jangan sampai masyarakat nanti sudah viral baru sampai," imbau Dedy dengan nada tegas pada Kamis (17/9/26).
Langkah ini diambil sebagai komitmen Pemkot Bengkulu dalam memberikan pelayanan prima dan menjamin pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Dedy juga mengingatkan jajarannya agar tidak bersikap pasif dan memprioritaskan pemetaan wilayah-wilayah yang paling kritis.
Menindaklanjuti instruksi tegas tersebut, Perumda Tirta Hidayah bersama BPBD Kota Bengkulu langsung bergerak ke lapangan. Sejumlah armada mobil tangki air mulai dikerahkan ke titik-titik pemukiman padat penduduk. Distribusi air bersih ini dinastikan akan terus berjalan secara herkelaniutan hingga kondisi dehit air sungai kembali normal dan pasokan ke rumah warga kembali stabil
Sumber: mediacenter.bengkulukota.go.id