Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Hadapi Bencana, Senator Leni John Latief Ajak Masyarakat Perkuat Kesalehan Sosial

PedomanBengkulu.com, Jakarta — Bencana adalah bagian dari kenyataan hidup manusia. Musibah tidak semata-mata dipahami sebagai peristiwa alam yang datang tanpa makna. Ia dapat menjadi ujian keimanan, pengingat, sarana penghapus dosa, sekaligus momentum bagi manusia untuk melakukan introspeksi.

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief menjelaskan, bencana sebagai takdir Allah ta'ala tidak boleh berujung pada sikap pasrah seakan manusia tidak memiliki kewajiban untuk mencegah, mengurangi risiko, dan menyelamatkan kehidupan.

"Sabar tidak berarti diam. Menerima takdir tidak berarti membiarkan kemudaratan berlangsung tanpa ikhtiar. Al-Qur’an mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan di laut dapat terjadi akibat perbuatan tangan manusia," kata Hj Leni Haryati John Latief, Selasa (8/9/2026).

Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menjelaskan, bencana yang terjadi akhir-akhir ini harus dilihat secara lebih utuh, ada yang berada di luar kendali manusia, tetapi ada pula bencana yang risikonya diperbesar oleh keserakahan, kelalaian, tata ruang yang buruk, kerusakan hutan, eksploitasi sumber daya alam, dan pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan.

"Karena itu, masyarakat Indonesia harus menempuh dua ikhtiar sekaligus, yakni mendekatkan diri kepada Allah dan melakukan tindakan nyata untuk menyelamatkan manusia. Setiap kali musibah datang, kita perlu berbaik sangka kepada Allah, ucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, perbanyak doa, serta intropeksi diri. Semua itu penting untuk membangun keteguhan mental di tengah kehilangan dan penderitaan," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu ini mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesalehan sosial dengan mengajak orang-orang yang tidak terdampak bencana untuk mengulurkan tangan kepada mereka yang terdampak dengan infak, sedekah, zakat, tenaga, makanan, tempat tinggal, layanan kesehatan, hingga pendampingan psikologis.

"Sebagai anggota DPD RI, saya juga sangat berharap pemerintah mengerahkan seluruh kapasitasnya untuk menghilangkan kemudaratan dan melindungi kehidupan rakyat yang terdampak bencana. Lakukan evakuasi bila diperlukan, buka akses yang terputus, pastikan logistik terdistribusi dengan baik, siapkan tempat pengungsian yang layak, berikan pelayanan kesehatan secara prima, dan lindungi kelompok paling rentan," ungkap Hj Leni Haryati John Latief.

Dewan Pakar Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Bengkulu ini menambahkan, bagi masyarakat, bencana adalah panggilan untuk memperkuat solidaritas dan menjaga lingkungan. Bagi para pemimpin, bencana adalah pengingat bahwa kekuasaan akan dimintai pertanggungjawaban. Bagi para pemilik modal, bencana adalah peringatan bahwa keuntungan tidak boleh dibangun di atas kerusakan ekologis dan penderitaan masyarakat.

"Kita menerima apa yang tidak mampu kita ubah, tetapi wajib berikhtiar mengubah apa yang dapat kita cegah," demikian Hj Leni Haryati John Latief. [**]