Hal ini disampaikan Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati pada kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) April 2026 di Kantor BPS Kota Bengkulu, Senin (4/5/2026).
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,21 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,21 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,58 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,19 persen ; kelompok transportasi sebesar 1,47 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,33 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,31 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,38 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,99 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks (deflasi), yaitu kelompok kesehatan sebesar 0,70 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 8,31 persen.
Penyumbang utama inflasi y-on-y adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,93 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, ikan dencis, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan angkutan udara.
Sedangkan kelompok yang memberikan andil deflasi adalah kelompok pendidikan sebesar 0,50 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, antara lain Sekolah Menengah Atas, cabai merah, santan segar, bawang putih, dan tarif rumah sakit.
Penyumbang utama inflasi m-to-m adalah kelompok makanan dan minuman/restoran dengan andil sebesar 0,17 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, antara lain angkutan udara, ongkos binatu/laundry, sate, minyak goreng, dan ikan dencis.
Sedangkan kelompok yang memberikan andil deflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,03 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, antara lain daging ayam ras, cabai merah, emas perhiasan, angkutan antar kota, dan tarif kendaraan travel.
Turut mengikuti Rilis BRS ini, Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Bappeda Kota Bengkulu, Dinas Perindag Kota Bengkulu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Bagian Perekonomian Setda Kota Bengkulu, para statistisi di BPS Kota Bengkulu, serta media massa.(Rls)
