Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Aksi Nasional Cegah Penyalahgunaan OOT di Bengkulu, Sekda Serukan Perlindungan Generasi Muda

PedomanBengkulu.com,Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Sekretaris Daerah, Herwan Antoni, mewakili gubernur dalam membuka kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-obatan Tertentu (OOT) bertajuk “Lawan Obat-obatan Tertentu, Selamatkan Generasi Bangsa” di Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Senin (4/5).

Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPD RI, Destita Khairilisani, Kapolda Bengkulu, Mardiyono, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai instansi terkait. Sekitar 300 peserta hadir, terdiri atas unsur pemerintah, akademisi, pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan masyarakat.

Ketua panitia yang juga Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan Bengkulu, Kodon Tarigan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mengawal aksi nasional guna mewujudkan masyarakat yang sehat, aman, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba serta aktivitas ilegal lainnya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat komitmen bersama, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan. Peran seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Susiyanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut. Ia menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis, mengingat penyalahgunaan obat-obatan tertentu di kalangan generasi muda sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

“Kami berharap mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik serta menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi terkait bahaya penyalahgunaan obat-obatan,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Sekda Herwan Antoni menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan tertentu, terutama di kalangan remaja.

Ia menjelaskan bahwa beberapa jenis obat yang disalahgunakan dapat menimbulkan efek halusinasi, merusak sistem saraf dan mental, serta berpotensi memicu tindakan kriminal. Oleh karena itu, persoalan ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap masa depan generasi bangsa.

“Ini merupakan tanggung jawab bersama. Kita tidak boleh lengah dan harus segera bertindak agar generasi muda tidak menjadi korban,” tegasnya.

Sekda juga mengajak seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dinas kesehatan, aparat kepolisian, hingga masyarakat luas, untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan melalui edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum.

Kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-obatan Tertentu ini secara resmi dibuka oleh Sekda Provinsi Bengkulu dan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai wujud keseriusan seluruh pihak dalam melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu.