Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Helmi Hasan dan Tradisi Tepat Janji

Kedatangan garbarata di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu bukan sekadar hadirnya fasilitas baru bagi dunia transportasi udara di Provinsi Bengkulu. Lebih dari itu, momen ini menjadi penanda bahwa janji politik masih bisa diwujudkan apabila dipimpin oleh sosok yang memiliki kemauan, keseriusan, dan keberpihakan kepada rakyat.

Satu tahun lalu, sesaat setelah dilantik sebagai gubernur, Helmi Hasan menyampaikan komitmennya menghadirkan garbarata di Bandara Fatmawati Soekarno. Saat itu, sebagian masyarakat mungkin menganggap pernyataan tersebut hanya sebatas optimisme awal seorang kepala daerah. Namun kini, ketika garbarata benar-benar tiba di Bengkulu, publik kembali diingatkan bahwa Helmi Hasan bukan tipe pemimpin yang gemar mengumbar janji tanpa realisasi.

Rekam jejak itu sebenarnya bukan hal baru. Sejak menjabat sebagai Wali Kota Bengkulu dahulu, Helmi Hasan dikenal sebagai pemimpin yang berusaha menjaga kepercayaan masyarakat dengan membuktikan program-programnya secara nyata. Gaya kepemimpinannya mungkin sederhana dan dekat dengan rakyat, tetapi konsistensinya dalam merealisasikan janji menjadi nilai yang membuatnya tetap mendapat tempat di hati masyarakat.

Garbarata memang terlihat sebagai satu fasilitas teknis. Namun bagi Bengkulu, kehadirannya memiliki makna simbolik yang besar. Selama bertahun-tahun, Bandara Fatmawati Soekarno tertinggal dibanding banyak bandara lain di Sumatera. Kini, wajah bandara mulai berubah menjadi lebih modern dan representatif. Kenyamanan penumpang meningkat, pelayanan semakin baik, dan citra Bengkulu sebagai daerah yang terus berkembang ikut terangkat.

Tentu pembangunan ini bukan kerja satu pihak semata. Ada peran Angkasa Pura, AirNav Indonesia, hingga pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Bengkulu agar proyek berjalan sesuai aturan. Namun tidak dapat dipungkiri, dorongan dan komitmen kepala daerah menjadi faktor penting yang menggerakkan percepatan pembangunan tersebut.

Di tengah situasi ketika masyarakat sering disuguhi janji politik yang mudah diucapkan tetapi sulit diwujudkan, hadirnya garbarata di Bandara Fatmawati Soekarno menjadi contoh bahwa kepemimpinan sejatinya diukur dari bukti, bukan sekadar narasi.

Publik tentu berharap semangat menepati janji ini terus dijaga. Sebab rakyat tidak membutuhkan terlalu banyak slogan. Rakyat hanya ingin dipimpin oleh sosok yang ketika berbicara, kata-katanya benar-benar diupayakan menjadi kenyataan.