Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Evaluasi Program Kefarmasian, Dinkes Lebong Pastikan Stok Obat Aman

 Evaluasi Program Kefarmasian, Dinkes Lebong Pastikan Stok Obat Aman/spy
 
PedomanBengkulu.com, Lebong - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong menggelar Rapat Evaluasi Program Kefarmasian Triwulan III Tahun 2026 di ruang rapat Internal Dinkes Lebong, Selasa (27/10/2026). Agenda diikuti bagian Farmasi seluruh Puskesmas di Kabupaten Lebong, bertujuan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan pengelolaan obat berjalan efisien, rasional, dan terencana dengan baik.
 
Kepala Dinkes Kabupaten Lebong, Rachman, SKM MKM, M.Si menjelaskan, kegiatan ini merupakan monitoring dan evaluasi, yang melibatkan pengelola obat dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Lebong.
 
"Kita mengevaluasi perencanaan dan capaian sampai saat ini, sekaligus menyusun perencanaan kebutuhan obat tahun depan. Termasuk penyusunan usulan pengadaan obat, agar apa yang direncanakan sinkron dengan apa yang dibutuhkan," ungkap Rachman.

Kepala Dinkes Kabupaten Lebong, Rachman, SKM MKM, M.Si/spy

Ditambahkan Rachman, dalam rapat tersebut dibahas mekanisme penyediaan obat, Dinkes berfungsi sebagai gudang penyangga (buffer stock) bagi Puskesmas. Setiap Puskesmas memiliki stok masing-masing sesuai kebutuhan wilayahnya, dan dapat mengajukan tambahan jika terjadi kekurangan.
 
"Secara keseluruhan, perencanaan harus disusun untuk menjamin ketersediaan obat hingga 18 bulan kedepan," beber Rachman.
 
Pembahasan rapat mencakup seluruh lini pengelolaan farmasi, lanjutnya, dimulai dari perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, hingga pelaporan. Prioritas utama meliputi penyelesaian hambatan manajerial dan klinik, serta jaminan keselamatan pasien melalui pengawasan ketat standar dosis dan pemeriksaan tanggal kedaluwarsa obat.
 
"Dengan perencanaan yang matang, kita berupaya meminimalkan risiko obat kedaluwarsa. Tidak boleh ada penumpukan berlebih, maupun kekosongan stok di unit pelayanan," pungkas Rachman.[spy]