PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu berhasil menciptakan sejarah baru dalam reformasi birokasi di Indonesia melalui peluncuran "Program 4 in 1".
Inovasi ini membebaskan ahli waris ASN yang meninggal dunia dari antrean panjang yang melelahkan, karena petugas kini langsung mengantarkan empat dokumen penting sekaligus ke rumah duka.
Langkah revolusioner ini dipaparkan langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat menyambangi Command Center Ditjen Dukcapil di Jakarta baru-baru ini.
Melalui program ini, ahli waris cukup menyiapkan dokumen dasar (fotokopi KTP-el, surat nikah, rekening bank, dan SK pensiun). Petugas kemudian akan menyerahkan buku tabungan Taspen beserta jaminan pensiun/kematian, akta kematian, Kartu Keluarga (KK) perubahan, dan KTP-el baru bagi pasangan yang ditinggalkan, secara simbolis saat takziah malam ketiga.
Inovasi ini mendapat apresiasi tertinggi dari Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi. Ia menegaskan bahwa lompatan birokrasi ini layak menjadi contoh bagi seluruh wilayah di tanah air.
"Kerja sama Pemkot Bengkulu dengan PT Taspen ini merupakan yang pertama di Indonesia. Kota Bengkulu berhasil menjadi role model integrasi layanan kependudukan dan perlindungan sosial," ujar Teguh Setyabudi.
Teguh menambahkan bahwa dokumen kependudukan bukan sekadar lembar kertas identitas biasa. Layanan adminduk merupakan hak mendasar warga untuk mendapatkan pengakuan hukum dan mengakses seluruh pelayanan publik lainnya.
.yan.
Berdasarkan data evaluasi, pemanfaatan data kependudukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bengkulu dinilai masih bisa ditingkatkan dari kondisi saat ini yang baru diakses oleh 9 OPD.
Ditjen Dukcapil menyarankan pemaksimalan integrasi web service langsung ke dalam Super Apps Kota Bengkulu, aplikasi "Ado Galo" (Adol).
Selain itu, Disdukcapil Kota Bengkulu diminta untuk terus mengejar target cakupan kinerja riil, termasuk melakukan metode jemput bola untuk merekam sekitar 2.998 warga yang belum memiliki KTP-el, meningkatkan cakupan Kartu Identitas Anak (KIA), serta menggenjot capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang saat ini berada di angka 12 persen.
Komitmen Pemkot Bengkulu sejauh ini pun terbukti membuahkan hasil yang memuaskan secara regional. Direktur Bina Aparatur Dukcapil, Erliani Budi Lestari, memaparkan rapor hijau performa pelayanan publik kota ini.
"Nilai kinerja Kota Bengkulu mencapai 90,00 atau 'Sangat Baik', dan berada di atas rata-rata Provinsi Bengkulu yang mencatatkan angka 88,13 atau 'Baik'," kata Erliani Budi Lestari.
Erliani mendorong agar skema jemput bola diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, warga yang sedang sakit, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta pemilih pemula di sekolah-sekolah.
Kabar baiknya, berkat inovasi yang kuat ini, Kota Bengkulu bersama dengan Bengkulu Selatan dan Bengkulu Utara kini telah resmi terpilih masuk ke dalam wilayah perluasan piloting sistem Perlinsos Digital Kementerian Sosial.
