PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Pelayanan administrasi kependudukan di Kota Bengkulu dipastikan bebas dari kendala kekosongan dokumen selama beberapa bulan ke depan.
Kepastian ini diperoleh setelah Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri resmi menyalurkan tambahan alokasi 10 ribu keping blangko KTP elektronik (KTP-el) untuk Pemerintah Kota Bengkulu guna menjamin kelancaran pelayanan publik di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Bengkulu Widodo mengungkapkan, tambahan amunisi dari pusat ini membuat total cadangan blangko KTP-el di Kota Bengkulu kini menyentuh angka 12 ribu keping.
"Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat selama tiga hingga empat bulan ke depan," ujar Widodo.
Saat ini, tingkat permohonan dan penerbitan KTP-el di Kota Bengkulu tergolong tinggi, yakni mencapai 300 hingga 400 keping per hari. Untuk mengantisipasi antrean, proses pencetakan dioptimalkan di dua titik strategis, yaitu Kantor Dinas Dukcapil dan Mall Pelayanan Publik (MPP) Harapan dan Doa.
Widodo menambahkan, pihaknya telah menyigakan sumber daya manusia (SDM) dan sistem pelayanan yang andal demi mengantisipasi lonjakan pemohon, khususnya pasca-libur besar keagamaan.
Di tingkat pusat, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menegaskan bahwa distribusi massal ke berbagai daerah ini merupakan komitmen konkret dalam memangkas sekitar birokrasi bagi masyarakat.
“KTP elektronik adalah identitas fundamental warga negara. Ketersediaan blangko harus dijaga agar tidak ada hambatan birokrasi. Kami memastikan stok di daerah cukup, sehingga masyarakat tetap terlayani dengan cepat dan tertib. Administrasi kependudukan adalah wajah negara di mata rakyat. Dukcapil hadir untuk memastikan hak setiap warga tetap terjamin,” tegas Teguh Setyabudi.
Langkah Pemkot Bengkulu dalam mengelola layanan ini mendapat pujian langsung dari Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (Dafdukcapil) Kemendagri, Muhammad Farid. Ia mengapresiasi inovasi jemput bola dan komitmen petugas daerah yang tetap bersiaga memberikan pelayanan meski di hari libur.
"Kami melihat Bengkulu sudah menyiapkan sistem pelayanan yang baik, bahkan tetap membuka layanan di masa libur. Respons seperti ini harus menjadi standar di seluruh daerah. Dengan stok yang cukup, masyarakat tidak perlu khawatir akan keterlambatan dokumen," kata Muhammad Farid.
Farid juga memastikan bahwa Ditjen Dukcapil akan terus mengawal pasokan blangko ke daerah secara proporsional. Melalui sinergi yang kuat antara pusat dan daerah ini, Pemkot Bengkulu optimistis mampu menghadirkan ekosistem pelayanan publik yang cepat, solutif, dan berintegritas tinggi bagi seluruh warga Bumi Merah Putih.
