PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Komandan Kodim (Dandim) 0407/Kota Bengkulu, Kolonel Inf. Condro Edi Wibowo, S.Sos., M.M., M.Han., menekankan pentingnya penguatan mitigasi risiko bencana, khususnya ancaman kebakaran permukiman/perkantoran serta kesiapiagaan menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami di wilayah Kota Bengkulu.
Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda bertemakan "Sinergi Lintas Sektor dalam Upaya Penguatan Mitigasi Risiko Dampak Bencana di Wilayah Kota Bengkulu" yang berlangsung di Grage Hotel Bengkulu, Senin (14/9/2026).
Dalam penyampaiannya, Kolonel Inf. Condro Edi Wibowo menyoroti potensi bahaya kebakaran di kawasan pemukiman, ruko, maupun fasilitas perkantoran. Ia menekankan perlunya regulasi yang mewajibkan ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap tempat usaha maupun rumah tinggal guna pencegahan dini.
"Yang perlu kita waspadai di sini, khususnya di perkotaan, adalah kebakaran di perumahan atau perkantoran. Kebakaran dampaknya bisa luas, tidak hanya toko itu, tapi toko sebelum dan sekitarnya juga. Untuk mitigasi pencegahan, bagaimana upaya kita, apakah melalui surat edaran atau peraturan daerah, bahwa setiap rumah atau ruko wajib memiliki alat pemadam kebakaran," ujar Kolonel Inf. Condro Edi Wibowo.
la membagikan pengalaman saat tempatnya mengalami insiden bahaya kebakaran akibat korsleting listrik yang dipicu benang layang-layang. Berkat ketersediaan APAR yang memadai di lokasi, api dapat dengan cepat dipadamkan sebelum membesar.
Selain itu, Dandim juga menyoroti pentingnya penyiapan sarana pendukung penanggulangan kebakaran di area yang minim sumber air, seperti pembuatan sumur bor atau embung.
Selain masalah kebakaran, Dandim 0407/Kota Bengkulu mengingatkan keberadaan Kota Bengkulu yang berada di wilayah rawan gempa bumi dan potensi tsunami (ring of fire). Beliau mendorong adanya simulasi latihan gabungan secara berkala dan berkesinambungan hingga tingkatan terkecil di masyarakat.
"Kita berada di wilayah yang kemungkinan ada gesekan lempeng, potensi gempa bumi maupun tsunami. Kita perlu latihan yang tidak hanya satu kali saja. Kita laksanakan latihan gabungan atau penyegaran. Perlu kita libatkan dari tingkat kecamatan maupun kelurahan, sehingga begitu terjadi bencana, semua tahu tugas dan peran apa yang harus dilaksanakan," pungkasnya.
Sinergi lintas sektor melalui regulasi penyiapan APAR, penyediaan sarana air, hingga simulasi mitigasi kebencanaan secara periodik diharapkan dapat memperkuat ketahanan Kota Bengkulu dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.