Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu ini menjelaskan, momentum Harhubnas yang diperingati setiap 17 September harus menjadi pengingat pentingnya membangun sistem transportasi yang aman, nyaman, terintegrasi, dan berkelanjutan.
"Harhubnas momentum untuk melihat kembali sejauh mana pelayanan transportasi memberikan manfaat bagi masyarakat. Konektivitas harus terus diperkuat, sementara aspek keselamatan tidak boleh ditawar," kata Hj Leni Haryati John Latief, Kamis (17/9/2026).
Harhubnas 2026 yang memasuki peringatan ke-55 mengusung tema "Terhubung, Melayani, Bergerak untuk Negeri". Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengapresiasi insan transportasi sekaligus memperkuat sinergi dalam penyediaan layanan mobilitas masyarakat di seluruh Indonesia.
Menurut Senator asal Bengkulu itu, tema tersebut relevan dengan kebutuhan Bengkulu yang masih terus berupaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan antarmoda transportasi.
Ia menilai sejumlah perkembangan positif terlihat dalam sektor perhubungan Bengkulu, mulai dari pembenahan infrastruktur jalan, peningkatan mobilitas masyarakat, hingga upaya menghadirkan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Di sektor jalan raya, pemerintah daerah terus melakukan perbaikan terhadap ruas jalan provinsi maupun jalan lingkungan. Sepanjang tahun lalu, sekitar 172 kilometer jalan provinsi tercatat telah diperbaiki. Sementara itu, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas PUPR mengalokasikan sekitar Rp43 miliar dan melanjutkan program "1.000 Jalan Mulus" dengan sasaran pembangunan kembali sekitar 200 titik jalan lingkungan dan perumahan.
"Perbaikan jalan tentu harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan transportasi secara menyeluruh. Jangan sampai konektivitas antardaerah sudah semakin baik, tetapi aspek keselamatan dan fasilitas pendukungnya masih tertinggal," ujar Hj Leni Haryati John Latief.
Perkembangan transportasi hijau juga mulai terlihat. Operator bus asal Bengkulu, PO Siliwangi Antar Nusa (SAN), telah melakukan uji coba bus listrik untuk mendukung operasional angkutan mudik interkoneksi Sumatera-Jawa.
Dewan Pakar Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Bengkulu ini menilai langkah tersebut perlu mendapat dukungan sebagai bagian dari transformasi transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Di sektor angkutan darat, aktivitas kendaraan pada momentum hari besar nasional juga menunjukkan peningkatan. Berdasarkan pemantauan Ombudsman RI Bengkulu, arus kendaraan mengalami kenaikan sekitar 6 hingga 10 persen.
Sementara itu, dari sektor transportasi laut, optimalisasi pelayanan Pelabuhan Pulau Baai dan Pelabuhan Kahyapu di Pulau Enggano terus dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Aktivitas angkutan laut juga menunjukkan geliat positif, ditandai dengan meningkatnya kunjungan kapal dan pergerakan penumpang yang pada periode puncak mencapai lebih dari 2.200 orang.
Adapun dari sektor udara, mobilitas masyarakat melalui Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu juga menunjukkan tren positif. Data statistik Triwulan II mencatat volume penumpang pesawat domestik sempat meningkat 42,10 persen dalam satu bulan hingga mencapai 56.062 penumpang, diikuti peningkatan volume angkutan kargo.
Menurutnya, pertumbuhan mobilitas tersebut menunjukkan semakin pentingnya kapasitas dan kualitas layanan transportasi dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat Bengkulu.
Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat pekerjaan rumah, terutama terkait pemerataan fasilitas pengawasan keselamatan transportasi.
"Pertumbuhan mobilitas harus diimbangi dengan kapasitas pengawasan yang memadai. Pemerintah perlu memastikan sarana dan prasarana pengawasan keselamatan tersedia secara merata, termasuk di wilayah yang aksesnya masih terbatas," ungkap Hj Leni Haryati John Latief.
Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini juga mendorong Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah memperkuat koordinasi dalam pemenuhan sarana pengawasan transportasi darat serta membenahi tata kelola anggaran internal jajaran perhubungan di daerah.
Ia berharap peringatan Harhubnas 2026 tidak berhenti pada rangkaian kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan komitmen konkret untuk memperbaiki kualitas layanan transportasi.
"Semangat 'Terhubung, Melayani, Bergerak untuk Negeri' harus diterjemahkan menjadi kerja nyata. Masyarakat membutuhkan transportasi yang bukan hanya semakin terhubung, tetapi juga aman, terjangkau, nyaman, dan mampu menggerakkan perekonomian daerah," tutup Hj Leni Haryati John Latief.