Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Antisipasi Sebaran Debu Vulkanik Gunung Krakatau, Walikota Imbau Warga Kenakan Masker Hingga Jaga Sumber Air

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Masyarakat Kota Bengkulu dan sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Krakatau.

Mengingat pola pergerakan angin berpotensi membawa material debu halus tersebut melintasi wilayah Sumatera Selatan hingga ke Bengkulu, langkah antisipasi dini sangat diperlukan untuk mencegah gangguan kesehatan kronis.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi melalui Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa debu vulkanik mengandung partikel silika tajam yang berbahaya bagi tubuh. Paparan langsung material ini dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga ruam pada kulit.

Kelompok rentan seperti bayi di bawah lima tahun (balita), lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita asma dan Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) menjadi pihak yang paling berisiko tinggi mengalami perburukan kondisi.

"Kami meminta seluruh masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan masker standar N95 atau KN95. Lindungi juga mata dengan kacamata penutup (goggle) serta kenakan pakaian lengan panjang guna meminimalisasi kontak langsung dengan debu," ujar Walikota, Minggu (6/9/26).

Untuk meminimalkan dampak di area domestik, warga diimbau menutup rapat seluruh pintu dan jendela rumah, serta menyumbat celah udara menggunakan kain basah.

Proses pembersihan debu yang menempel di lantai atau perabotan juga wajib menggunakan lap basah. Menyapu dalam kondisi kering sangat tidak disarankan karena akan membuat partikel debu kembali beterbangan dan terhirup.

Selain masalah pernapasan, pasokan air bersih dan ketahanan pangan rumah tangga juga menjadi fokus perhatian. Warga dilarang keras mengonsumsi atau menggunakan air keran yang telah terpapar abu vulkanik untuk keperluan memasak sebelum disaring dan direbus matang. Sayur dan buah-buahan yang dipanen dari lahan terbuka juga wajib dicuci berulang kali di bawah air mengalir.

Bagi pemilik hewan ternak, Dinkes menyarankan agar pakan dan wadah air minum ditempatkan di area tertutup. Mengingat akumulasi debu tebal pada jaringan instalasi juga berpotensi menyebabkan gangguan trafo yang memicu pemadaman listrik berkala, masyarakat diminta menyiagakan lampu darurat di rumah masing-masing.

Di sektor transportasi, para pengendara motor maupun mobil diinstruksikan untuk menurunkan laju kecepatan kendaraan. Debu vulkanik tidak hanya memangkas jarak pandang secara drastis, tetapi juga membuat permukaan jalan menjadi sangat licin dan rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

"Terpenting adalah lindungi saluran napas dengan masker, lindungi sumber air, dan tetap tenang. Jangan mudah panik atau ikut menyebarkan informasi hoaks. Pastikan setiap perkembangan situasi merujuk pada data resmi yang dirilis oleh PVMBG, BMKG, dan BPBD," tambah Dedy.

Jika masyarakat atau anggota keluarga mengalami gejala sesak napas yang memburuk, batuk berdarah, atau demam tinggi, diharapkan segera mendatangi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.