Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

AMKB Siap Sampaikan Aspirasi 30 September, Acep: Program yang Dirasakan Rakyat Layak Diapresiasi

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Ketua Umum Aliansi Masyarakat Kito Bengkulu (AMKB) Provinsi Bengkulu, Acep Nana Harianto, memastikan pihaknya siap menyampaikan aspirasi pada 30 September mendatang.

Dalam rencana kegiatan tersebut, AMKB tidak hanya menyoroti persoalan dan kritik terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga ingin menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah program yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.

Acep menilai, pelaksanaan program pemerintah perlu dilihat secara objektif, termasuk di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, sejumlah program pelayanan publik dan pembangunan tetap perlu mendapat perhatian apabila manfaatnya telah dirasakan masyarakat.

Salah satu program yang disorot adalah Jalan Mulus, khususnya upaya perbaikan infrastruktur jalan. Selain itu, keberadaan layanan ambulans gratis juga dinilai memiliki manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan akses transportasi kesehatan.

“Dalam kondisi efisiensi anggaran, program Jalan Mulus tetap terlaksana dan sudah dinikmati masyarakat. Ambulans gratis juga sangat membantu masyarakat. Hal-hal seperti ini jangan hanya dilewatkan begitu saja, tetapi harus kita apresiasi,” ujar Acep.

Selain infrastruktur dan layanan kesehatan, Acep turut menyoroti Program Bantu Rakyat, sektor pendidikan, BPJS gratis bagi masyarakat kurang mampu, serta upaya peningkatan ekonomi dan UMKM.

Ia berharap berbagai program tersebut terus dievaluasi dan ditingkatkan agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Acep menegaskan, rencana penyampaian aspirasi AMKB pada 30 September bukan ditujukan untuk berhadapan dengan kelompok masyarakat lain. Menurutnya, setiap elemen masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami menghormati siapa pun yang menyampaikan kritik. Tetapi kami juga punya hak menyampaikan pandangan berbeda. Kalau ada program pemerintah yang manfaatnya dirasakan masyarakat, kami memilih memberikan apresiasi,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pihak menjaga suasana kondusif dan mengedepankan penyampaian aspirasi secara tertib, damai, serta bertanggung jawab.

Menurut Acep, kritik dan apresiasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Keduanya dapat berjalan beriringan selama bertujuan mendorong perbaikan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Bengkulu tidak membutuhkan pertentangan antarkelompok. Yang kita butuhkan adalah suasana kondusif agar pemerintah bisa bekerja, pembangunan berjalan, dan masyarakat mendapatkan manfaat,” pungkas Acep.