Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Taman Tabot Dirusak Maling, Seluruh Kabel Listrik Lampu Taman Raib Digondol

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Wajah estetik Kota Bengkulu kembali tercoreng oleh aksi oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab.

Taman Tabot, sebuah Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru yang terletak strategis di dekat kawasan bersejarah Benteng Marlborough, dilaporkan mengalami kerusakan akibat tindakan pencurian fasilitas publik. Seluruh jaringan kabel listrik yang ditanam di dalam tanah untuk menerangi taman saat malam hari raib digondol maling.

Padahal, di bawah kepemimpinan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing, penataan fasilitas publik di kota ini sedang gencar-gencarnya dilakukan.

Taman Tabot sendiri baru saja dirancang dan dibangun untuk memadukan nilai budaya lokal, keindahan estetika, dan kenyamanan publik guna mendongkrak daya tarik sektor pariwisata di Kota Bengkulu.

Aksi pencurian ini membuat Taman Tabot yang biasanya tampil indah dan gemerlap pada malam hari kini terancam gelap gulita. Pelaku diduga sengaja menggali dan memotong seluruh sistem pengabelan bawah tanah yang menyuplai daya ke lampu-lampu taman.

Kehilangan fasilitas ini tidak hanya merugikan pemerintah daerah dari segi material, tetapi juga merampas hak kenyamanan warga yang kerap menghabiskan waktu malam di RTH tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu, Toni Hastri Putra, menyatakan kekecwaan mendalam atas insiden perusakan aset publik ini. Ia sangat menyayangkan karena kerja keras pemerintah dalam mempercantik kota justru dirusak oleh tangan-tangan jahil.

"Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Taman yang tadinya indah, bercahaya, dan nyaman saat malam hari, harus dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab," ujar Toni saat dikonfirmasi media, Sabtu (22/8/26).

Guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, Pemerintah Kota Bengkulu meminta kesadaran penuh dari seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi lingkungan sekitar. Pengawasan publik secara swadaya dinilai menjadi benteng terkuat untuk meminimalisasi ruang gerak para pelaku kriminalitas maupun pencurian aset.

“Saya mengajak seluruh masyarakat di sekitar kawasan taman untuk bersama-sama menjaga aset yang telah dibangun oleh pemerintah ini. Mari kita awasi bersama, sehingga tidak ada lagi celah bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk merusaknya,” tegas Toni.

Kasus hilangnya kabel bawah tanah di Taman Tabot ini kini tengah menjadi perhatian pemerintah kota untuk segera dikoordinasikan dengan pihak aparat agar pelaku dapat segera diidentifikasi dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.