Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

BPD se-Indonesia Hadir di Bengkulu, Dedy Wahyudi: Uang Berputar, Ekonomi Daerah Bergerak

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Kedatangan para pimpinan dan delegasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari seluruh Indonesia ke Kota Bengkulu dalam rangka Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk mempromosikan Bengkulu sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Kegiatan nasional yang digelar Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dengan Bank Bengkulu sebagai tuan rumah tersebut menghadirkan jajaran direksi dan delegasi BPD dari berbagai provinces di Indonesia.

Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kota Bengkulu untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah, terutama sektor pariwisata, sejarah, kuliner dan ekonomi kreatif kepada para tamu yang datang dari luar daerah.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah tidak hanya memberikan manfaat dari sisi penyelenggarasan kegiatan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

'Alhamdulillah, banyak sekali yang hadir ke Kota Bengkulu di acara ini. Nanti mereka akan menginap di hotel, mereka berbelanja, uang berputar," ujar Dedy saat menghadini Gala Dinner Malam Pesona Bumi Meraih Putih di Benteng Marlborough, Kamis malam (2018/2028).

Menurutnya, ketika sebuah daerah menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional, manfaat ekonominya dapat dirasarkan oleh berbagai sektor. Mulai dari perholelan, restoran, transportasi, pusat oleh-oleh, UMKM hingga pelaku usaha kecil yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Karena itu, Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus mendatangkan dan memperbanyak kegiatan bersikala nasional ke Kota Bengkulu.

"Memang kita akan perbanyak event-event nasional di Kota Bengkulu," tegasnya.

Jedy menilai kegiatan Asbanda menjadi salah satu kesempatan emas untuk memperkenalkan Bengkulu secara langsung kepada para pimpinan BPD yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia.

Tak hanya sekadar menghadiri agenda resmi, para tamu juga dapat melihat langsung destinasi wisata dan situs sejarah yang ada di Kota Bengkulu.

Salah satunya Benteng Marlborough yang dipilih sebagai lokasi Gala Dinner Malam Pesona Bumi Merah Pulih.

Dedy mengatakan pemilihan Benteng Marlborough sengaja dilakukan agar para tamu memperoleh pengalaman berbeda selama berada di Bengkulu.

"Kalau di hotel sudah biasa. Kalau bicara tempat yang mengah dan mewah, para direktur ini sudah biasa di hotel bintang lima, bahkan hotel luar negeri sudah terbiasa," katanya.

Menurut Dedy, membawa para tamu ke situs bersejarah seperti Benteng Marlborough merupakan bagian dari strategi promosi wisata.

"Kami ingin membuat kesan. Saya berkeyakinan akan menjadi kesan bagi Bapak Ibu semua, makan malam gala dinner di tempat yang ratusan tahun didirikan oleh Inggris. Ini adalah benteng terbesar di Asia Tenggara," ujamya.

Selain Benteng Marlborough, Pemerintah Kota Bengkulu juga terus mendorong penguatan branding pariwisata melalui konsep Bumi Merah Puth.

Dedy menjelaskan, branding tersebut mengangkat sejarah Bengkulu yang memiliki hubungan erat dengan penjalanan bangsa Indonesia, khususnya sosok Fatmawati Soekarno, putri Bengkulu yang dikenal sebagai ibu Negara pertama Republik Indonesia sekaligus sosok yang menjahit Sang Saka Merah Putih.

"Dulu Kota Bengkulu dikenal dengan Bumi Rafflesia, sekarang kami rebranding menjadi Bumi Merah Putih," jelasnya.

Menurut Dedy, identitas Bumi Merah Putih diharapkan dapat menjadi daya tank baru bagi wisatawan sekaligus memperkuat posisi Bengkulu sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah nasional.

Sementara itu, rangkaian kegiatan Asbanda di Bengkulu masih berlanjut. Pada Jumat (21/8/2026), dijadwalkan berlangsung undian sepeda tingkat nasional.

Dedy menyebut pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi sejarah tersendiri karena merupakan kali pertama agenda Asbanda digelar di Bengkulu.

"Besok juga ada undian simpeda tingkat nasional dan itu pertama kali sejak kegiatan Asbanda ini ada di Bengkulu," ungkapnya.

la berharap momentum tersebut tidak berhenti setelah para delegasi meninggalkan Bengkulu. Pengalaman selama berada di Bengkulu diharapkan menjadi cerita positif yang dibawa pulang dan dapat membuka peluang kunjungan maupun kegiatan nasional lainnya di masa mendatang.

Bagi Kota Bengkulu, kedatangan BPD se-Indonesia bukan hanya tentang menjadi tuan rumah sebuah kegiatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Bengkulu memiliki potensi sebagai destinasi meeing, incentive, convention and exhibition (MICE), sekaligus daerah tujuan wisata yang memiliki sejarah, budaya dan kekayaan alam yang layak diperkenalkan di tingkat nasional.