PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu menggelar rapat paripurna mengikuti Pidato Kenegarsan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026), melalui via zoom di kantor DPRD Kota Bengkulu.
Acara berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Bengkulu Heniimanto, dihadiri langsung Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, unsur Forkopimda Kota Bengkulu, Pj Sekda Medy Pebriansyah, para anggota Dewan, para Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD serta tamu lainnya.
Dalam pengantamnya, Herimanto menyampaikan bahwa ini merupakan rapat panipuma rutin setiap bulan Agustus untuk menyambut dan merayakan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Presiden menjelaskan, 121 kebijakan transformatif tersebut dijalankan dalam 863 hari pemenintahan atau rata-rata satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Kebijakan-kebijakan tersebut ditujukan untuk menyelesaikan berbagai persosian negara, termasuk sejumlah persosian yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara," ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, capaman tersebut merupakan hasil dari keberanian mengambil keputusan, kerja keras, kehendak yang jelas, serta gotong royong seluruh unsur bangsa. Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintah belum dapat menyatakan seluruh persoalan bangsa telah selesai.
Di sektor energi, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia mulai mewujudkan swasembada solar melalui produksi diesel dengan campuran biodiesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri dan berhasil menghemat devisa sebesar Rp170 trilun atau sekitar USD9.5 miliar.
"Ini bukan alasan untuk berpuas diin. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekasan adalah apa yang dirasakan rakyat," legas Presiden.
Presiden juga menekankan bahwa seluruh capaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemenintah untuk menjalankan mandat rakyat dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan
"Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan rakyat," ujar Presiden.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa pembangunan Indonesia bukan pekerjaan Presiden seorang diri, melainkan hasil kerja bersama seluruh lembaga negara, pemerintah pusal dan daerah, serta seluruh rakyat Indonesia.
Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan sejumlah capaian lainnya, antara lain pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih, operasional 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, perbaikan 71.744 sekolah pada 2028, serta perluasan layanan Cek Kesehatan Grais yang hingga kini telah menjangkau 108 juta orang.
Presiden menegaskan, pemerintah tidak boleh berpuas diri karena masih terdapat berbagai persoalan yang harus diselesaikan, mulai dari kemiskinan, pendidikan, penciptaan lapangan kerja, pemberantasan korupsi, hingga peneriban pertambangan ilegal dan penyekundupan. "Selama pekerjaan itu masih ada, Pemerintah dan seluruh lembaga negara tidak boleh berpuas diri," pungkas Presiden.
Presiden menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak semata-mata ditujukan untuk satu masa jabatan, melainkan untuk meletakkan fondasi bagi masa depan Indonesia.
"Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia," tegas Presiden.
Terpisah, sesusai mendengarkan pidato presiden, Walikota mningetakan, orang nomor 1 di Indonesia tersebut menyampaikan capaiannya hingga saat ini dan berharap Indonesia kian maju dan berkembang.
Tadi Bapak Presiden sudah menyampaikan pidato kenegaraan. Alhamdulillah luar biasa, banyak kemajuan di bawah kepemimpinan beliau, Indonesia semakin maju,” ujar Walikota.