Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Bangkitkan Tradisi Lisan yang Hampir Punah, 100 Generasi Muda Bengkulu Antusias Belajar dan Praktikkan Likuk

 
PedomanBengkulu.com, Bengkulu-  Kamis (20/8/26), sebanyak 100 generasi muda yang terdiri dari Duta/Bujang Gadis serta para pelajar se-Provinsi Bengkulu berkumpul di Aula Raflesia Balai Bahasa Provinsi Bengkulu pada Kamis (20/8/2026).

Mereka menghadiri Workshop Likuk bertajuk “Belajar Bahasa dan Mengenal Tradisi Likuk”, sebuah ruang pembelajaran budaya yang dirancang untuk mengenalkan kembali salah satu tradisi lisan khas Bengkulu yang telah lama redup dari interaksi sosial anak muda.

Kegiatan edukatif ini diselenggarakan oleh agency kreatif IMAGI CREAT PROJECT bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu dan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu.

Likuk sendiri merupakan wujud kekayaan budaya lokal Bengkulu yang memadukan unsur bahasa daerah, permainan kata, lagu, pantun, dan ekspresi seni. Agar tidak sebatas teori, peserta tidak hanya diajak menyimak paparan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan permainan kata dalam Likuk secara interaktif.

Narasumber workshop, Dr. Muhammad Nikman Naser, M.Pd, menegaskan pentingnya metode praktis dalam edukasi budaya bagi anak muda. Menurutnya, pengenalan tradisi akan jauh lebih efektif jika generasi muda bisa merasakan dan mengalaminya secara langsung.

“Generasi muda perlu diajak berinteraksi langsung dengan budayanya. Menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan teoritis dengan praktik secara nyata adalah kunci agar tradisi seperti Likuk ini dipahami sebagai budaya yang hidup, bukan sekadar cerita masa lalu,” ujar Dr. Muhammad Nikman Naser.

Senada dengan hal tersebut, narasumber lainnya, Sucenk Bae (Dedy Suryadi), secara telaten memblinding para peserta mempiaknikkan pemalahan kata dan panuan. Linguanggauangkala wam...

Pelestarian Likuk juga mendapat apresiasi penuh dari pemerintah daerah dan lembaga bahasa setempat seperti isi sambutan dari Asisten I Kota Bengkulu Alex Periansyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin juga menegaskan dukungan resminya terhadap kolaborasi lintas sektor ini.

“Kami sangat menyambut baik inisiatif pengenalan kembali tradisi Likuk kepada generasi muda. Likuk tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga potensi atraksi ekonomi kreatif dan daya tarik pariwisata berbasis tradisi lokal. Melalui keterlibatan Bujang Gadis dan pelajar, kita sedang mencetak duta-duta kebudayaan yang siap mempromosikan warisan Bengkulu ke tingkat yang lebih luas,” ucapnya.

Selain itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menyoroti aspek perlindungan dan pelestarian bahasa daerah yang terkandung di dalam Likuk “Tradisi lisan seperti Likuk adalah benteng pertahanan bagi kelestarian bahasa daerah Bengkulu Melalui permainan kata dan pantun, kekayaan kosa kata serta nilai-nilai luhur bahasa daerah dapat diwariskan secara alami. Kami mengapresiasi kolaborasi ini dan berharap ruang-ruang praktik kebahasaan seperti ini terus tumbuh di sekolah maupun komunitas,” jelasnya.

Semarak Seni Tradisi dan Cinderamata Khusus

Suasana kebudayaan semakin kental dengan hadirnya pertunjukan kesenian tradisional Syarafal Anam yang dibawakan oleh Sanggar Seni dan Tradisi Singaran Pati. Penampilan ini menjadi bukti harmoni antar-berbagai bentuk ekspresi seni tradisional di Bengkulu.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus media edukasi lanjutan, seluruh peserta mendapatkan cinderamata berupa Buko Dongong, yakni buku dongeng yang ditulis dalam bahasa daerah Bengkulu. Cinderamata ini diharapkan dapat dibawa pulang dan dipelajari lebih lanjut di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Inisiatif dari IMAGI CREAT PROJECT ini diharapkan menjadi pemantik bagi program-program serupa di masa mendatang. Pelestarian Likuk ditargetkan dapat terus diintegrasikan ke dalam kegiatan sekolah, komunitas kepemudaan, sanggar seni, hingga agenda rutin kebudayaan dan pariwisata daerah.

Melalui keterlibatan aktif 100 generasi muda ini, tradisi Likuk diharapkan tidak hanya sekadar 'dikenal', tetapi kembali dipelajari, dimainkan, dan diwariskan secara berkelanjutan oleh masyarakat Bengkulu di masa depan.