PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen untuk lebih transparan dan komunikatif dalam menyampaikan hasil kerja kepada masyarakat melalui media sosial.
Dalam pengarahannya kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga lurah, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan pentingnya pemanfaatan platform digital sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi positif, bukan sekadar dokumentasi formalitas yang monoton.
Walikota meminta seluruh jajaran, dibantu oleh para operator, untuk mengubah pola pikir dalam memproduksi konten visual. Video yang diproduksi tidak perlu berdurasi panjang, melainkan cukup berkisar antara satu hingga tiga menit dengan substansi yang jelas dan menyesuaikan tren kekinian.
"Video panjang-panjang orang enggak tonton, cukup 1 sampai 2 atau 3 menit paling banyak kalau memang butuh penjelasan," ujar Walikota di hadapan para operator/admin OPD.
Dalam kesempatan ini, Walikota mengkritisi kebiasaan lama yang kerap menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk tidak produktif.
Menurutnya, banyak program kerja menyangkut pelayanan publik yang sangat menarik untuk dipublikasikan tanpa memerlukan biaya besar. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Perpustakaan dan Kearsipan, Kesbangpol, hingga kelurahan diminta jeli melihat sudut pandang (angle) pemberitaan.
Sebagai contoh, lurah bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat mendokumentasikan kegiatan edukasi langsung kepada pemilik warung yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya geng motor atau kafe-kafe yang melanggar ketertiban umum.
“Kalau segalo kita berpikir butuh anggaran, kondisi seperti hari ini, gak kerja kita. Contoh, kami dapat perintah dari Pak Wali, Pak Kapolres, Pak Dandim, warung Wak ko sering digunakan anak-anak muda. Bla bla bla. Cukup menyampaikan bahwa kita di narasi nanti menyambangi tempat ini yang diduga tempat kumpul geng motor,” tegasnya mencontohkan simulasi penanganan isu lokal oleh Lurah. Kemudian, Dedy juga membedah langsung beberapa video yang telah diunggah oleh OPD, salah satunya adalah video groundbreaking pembangunan jembatan oleh Dinas PUPR yang sudah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Al) serta video penanganan kebakaran dari dinas terkait. Kendati mengapresiasi inovasi tersebut, ia memberikan beberapa catatan teknis terkait penggunaan musik latar (backsound) yang terkadang terlalu keras hingga menenggelamkan suara penjelasan asli di lapangan.
“Jangan terlalu banyak backsound. Kalaupun kita ada backsound, ketika orang berbicara, volume backsound-nya dikecilkan sehingga lebih dominan voice orang menyampaikan. Nah ini sebenarnya soal kebiasaan aja, nanti lama-lama jadi terbiasa,” jelasnya memberikan edukasi teknis editing.
Guna memacu semangat kerja para aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga operator, Pemerintah Kota Bengkulu berencana menggelar penilaian khusus untuk operator media sosial terbaik pada momentum Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang, dengan hadiah langsung dari Walikota.
Menutup arahannya, Walikota mengingatkan seluruh aparatur agar bijak dalam menggunakan akun media sosial, baik akun kediasan maupun akun pribadi. Sebagai bagian dari biokrasi, ASN dilarang keras untuk mengkritik kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah di ruang publik digital, serta diimbau tidak mengumbar masalah pribadi atau keluhan yang dapat mencerminkan karakter negatif.
“Kita pegawai, ada kebijakan pemerintah, tidak setuju? Diam aja, gak usah diposting-posting. Bahkan sekarang ada pendapat para psikolog, untuk melihat karakter seseorang, lihatlah cara dia bermedsos. Kita memang tidak sempurna, tapi jangan kita tunjukkan ketidaksempurnaan kita tersebut,” pungkas Walikota.
Melalui instruksi ini, seluruh OPD, kecamatan, hingga kelurahan di Kota Bengkulu ditargetkan wajib mempublikasikan minimal 3 postingan kerja dalam seminggu sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dan ruang komunikasi interaktif dengan warga.
