
PedomanBengkulu.com, Jakarta – Start yang tak sempurna sempat menjauhkan Muhammad Kiandra Ramadhipa dari persaingan depan. Namun, pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu membuktikan mental pantang menyerah dengan bangkit dan tetap mengamankan poin penting di Moto3 Junior World Championship Prancis, Minggu (26/7/2026).
Balapan yang berlangsung di Sirkuit Nevers Magny-Cours menjadi ujian ketangguhan bagi pebalap asal Sleman, Yogyakarta tersebut. Memulai dari posisi ke-12, Ramadhipa justru harus turun drastis ke posisi ke-18 akibat kendala saat start yang membuat motornya mengalami wheelie.
Alih-alih kehilangan momentum, pebalap 16 tahun itu langsung merespons dengan agresivitas tinggi. Dalam tiga lap pertama, ia melesat cepat dan menyalip tujuh pebalap sekaligus untuk kembali ke posisi ke-11—sebuah kebangkitan yang menegaskan kualitasnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan.
Sayangnya, jarak dengan rombongan terdepan sudah terlanjur terbuka lebih dari tiga detik. Kondisi ini membuat peluang untuk mengejar semakin sulit. Ramadhipa pun mengubah strategi, fokus memimpin persaingan di grup kedua demi mengamankan poin maksimal.
Memasuki lap-lap akhir, ia sempat mengendalikan ritme di kelompok tersebut. Namun, duel ketat di lap terakhir membuatnya kehilangan satu posisi dan harus finis di urutan ke-12. Meski demikian, empat poin yang diraih menjadi bekal penting sebelum jeda musim.
“Saya melakukan kesalahan saat start sehingga kehilangan banyak posisi. Saat melihat gap ke depan terlalu jauh, saya memilih fokus bertarung di grup kedua untuk mengamankan poin. Ini bukan akhir pekan terbaik, tapi saya mendapat banyak pelajaran,” ujar Ramadhipa.
Tambahan poin tersebut membuatnya kini mengoleksi 64 poin dan tetap bertahan di posisi kelima klasemen sementara—menempatkannya dalam jajaran lima pebalap tercepat paruh musim 2026.
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai performa Ramadhipa mencerminkan karakter pebalap masa depan yang tangguh.
“Kami melihat determinasi kuat dari Ramadhipa untuk bangkit di setiap situasi. Semangat ini menjadi modal penting untuk terus bersaing di level dunia,” ujar Andy.
Sepanjang paruh musim, Ramadhipa tampil konsisten dengan torehan tiga kemenangan—satu di Moto3 Junior World Championship dan dua di Red Bull Rookies Cup—serta satu podium di seri pembuka Barcelona. Catatan ini menjaga peluangnya tetap terbuka dalam perebutan posisi puncak, meski saat ini terpaut 30 poin dari pemimpin klasemen.
Usai jeda musim panas sekitar enam pekan, ajang FIM MotoJunior World Championship akan kembali bergulir di Circuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, pada 4–6 September 2026. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi Ramadhipa untuk kembali menekan dan menjaga asa menuju papan atas klasemen.