Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Saat Emosi dan Kontrol Diuji, Ini Cerita Nyata Feni dan Rama di Lintasan Safety Riding

 
PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Safety Riding Competition Regional 2026 menegaskan bahwa keterampilan berkendara tidak diukur dari kecepatan, melainkan dari ketepatan, kontrol, serta kemampuan membaca situasi di jalan. Di balik helm dan perlengkapan riding, tersimpan cerita tentang ketegangan, perjuangan, hingga tekad kuat para peserta untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara.

Sejak pagi, atmosfer lintasan dipenuhi konsentrasi tinggi. Para peserta terlihat serius mempersiapkan diri sebelum menghadapi serangkaian tantangan, mulai dari uji teori hingga praktik seperti slalom course, braking test, dan narrow plank yang menguji keseimbangan serta kontrol kendaraan. Setiap rintangan dirancang untuk mengasah kemampuan prediksi bahaya sekaligus membentuk kebiasaan berkendara aman di kondisi nyata.

Feni, peserta dari komunitas Honda PCX, mengaku sempat diliputi rasa gugup saat namanya dipanggil untuk memasuki lintasan. Namun, perasaan tersebut perlahan berubah menjadi semangat saat ia mulai menaklukkan setiap tantangan.

“Awalnya deg-degan, terutama saat harus melewati narrow plank. Tapi justru di situ kita benar-benar diuji fokus dan kontrol. Ini bukan soal ngebut, tapi bagaimana kita tetap aman dan stabil,” ujar Feni.

Menurutnya, kompetisi ini membuka perspektif baru bahwa keselamatan berkendara bukan sekadar kebiasaan, melainkan keterampilan yang harus terus dilatih dengan disiplin.

Hal senada disampaikan Rama dari Honda Vario Club. Ia menilai tantangan terbesar bukan hanya menyelesaikan setiap rintangan, tetapi menjaga konsistensi dari awal hingga akhir lintasan.

“Yang paling menantang itu menjaga konsistensi. Kadang kita sudah berhasil di satu rintangan, tapi harus tetap fokus sampai selesai. Sedikit lengah saja bisa berpengaruh ke penilaian,” ungkap Rama.

Ia menambahkan, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting dalam mengendalikan emosi di bawah tekanan.

“Di sini kita belajar mengontrol diri, bukan hanya motor. Itu yang paling penting saat kita berkendara di jalan raya,” tambahnya.

Sementara itu, PIC Community Astra Motor Bengkulu, Pranovsky Oktaryan, menegaskan bahwa ajang ini memiliki peran strategis dalam membentuk budaya keselamatan di kalangan komunitas.

“Ini bukan sekadar lomba, tetapi proses membentuk mindset berkendara yang aman. Kami ingin setiap peserta tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga tanggung jawab sebagai duta keselamatan. Dari komunitas, kami dorong lahirnya pelopor #Cari_Aman yang menjadi contoh nyata di jalan raya,” tegas Pranovsky.

Ia menambahkan, komunitas memiliki kekuatan besar dalam memperluas dampak kampanye keselamatan karena kedekatannya dengan masyarakat dan sesama pengguna sepeda motor.