PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Keselamatan berkendara tidak ditentukan oleh seberapa cepat laju kendaraan, melainkan seberapa baik pengendara menguasai teknik dan kontrol di jalan. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam Honda Community Safety Riding Competition Regional 2026 yang digelar Astra Motor Bengkulu di halaman Gedung Balai Buntar KM 6,5 Kota Bengkulu, Sabtu (4/7/2026).
Ajang ini menegaskan bahwa kemampuan dasar seperti pengereman, keseimbangan, hingga konsentrasi justru menjadi faktor krusial dalam mencegah kecelakaan. Sebanyak 20 peserta dari komunitas Honda di Bengkulu diuji melalui serangkaian materi praktik yang merepresentasikan kondisi nyata di jalan raya.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu menjelaskan, banyak pengendara yang masih keliru memahami keselamatan berkendara hanya sebatas perlengkapan atau aturan lalu lintas, padahal keterampilan teknis memiliki peran yang sama pentingnya.
“Keselamatan berkendara bukan soal kecepatan, tetapi soal kontrol. Melalui kompetisi ini, peserta dilatih bagaimana melakukan pengereman yang tepat, menjaga keseimbangan, serta tetap fokus dalam berbagai situasi. Skill inilah yang sangat dibutuhkan untuk meminimalkan risiko kecelakaan,” ujarnya.
Dalam kompetisi ini, peserta diuji melalui tiga materi utama. Pertama, teknik pengereman yang dinilai dari jarak berhenti terpendek dengan kesalahan minimal, sebagai simulasi menghadapi kondisi darurat di jalan. Kedua, narrow plank yang menguji kemampuan menjaga keseimbangan di lintasan sempit tanpa terjatuh. Ketiga, slalom course yang menuntut kelincahan, konsistensi, serta ketepatan dalam melewati rintangan.
Setiap materi dirancang untuk membentuk refleks dan kontrol pengendara agar lebih responsif terhadap situasi yang tidak terduga. Penilaian pun tidak hanya berdasarkan kecepatan, tetapi lebih menitikberatkan pada akurasi, stabilitas, dan kepatuhan terhadap aturan lintasan.
Melalui pendekatan ini, Astra Motor Bengkulu ingin menanamkan pemahaman bahwa berkendara aman adalah kombinasi antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap disiplin. Kompetisi menjadi sarana efektif untuk mengedukasi sekaligus menguji sejauh mana pengendara mampu menerapkan prinsip keselamatan dalam praktik langsung.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pengendara yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya, sejalan dengan kampanye #Cari_Aman yang terus digaungkan.
