
PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kebiasaan membawa motor ke bengkel hanya saat muncul masalah masih banyak dilakukan pengendara. Padahal, perawatan yang ideal justru dilakukan sebelum gejala kerusakan muncul. Servis berkala menjadi kunci utama menjaga performa, efisiensi, sekaligus keamanan kendaraan.
Kepala Bagian Technical Service Astra Motor Bengkulu, Lucky Hendrik Roberto, menegaskan bahwa servis motor merupakan langkah pencegahan, bukan sekadar perbaikan.
“Servis itu bukan menunggu rusak. Justru dengan servis rutin, kita bisa memastikan semua komponen bekerja normal dan mencegah kerusakan yang lebih besar,” jelas Lucky.
Ia menjelaskan, setiap motor memiliki siklus perawatan yang sudah direkomendasikan. Jika diikuti dengan disiplin, performa kendaraan akan tetap optimal dalam jangka panjang.
Servis Awal, Tahap Penting yang Tidak Boleh Dilewatkan
Lucky menekankan bahwa servis pertama pada motor baru wajib dilakukan saat jarak tempuh 500 hingga 1.000 kilometer. Tahap ini menjadi proses penting setelah masa inreyen atau penyesuaian awal komponen mesin.
“Di servis awal, dilakukan penggantian oli mesin, pengecekan kampas rem, setelan rantai atau gas, serta pemeriksaan kelistrikan. Ini penting untuk memastikan tidak ada gangguan sejak awal penggunaan,” ujarnya.
Menurutnya, jika servis awal diabaikan, sisa gesekan logam dari komponen baru yang belum bersih dapat memengaruhi kinerja mesin dan mempercepat penurunan performa.
Servis Rutin Jadi Kunci Performa Harian
Setelah servis pertama, perawatan berkala disarankan dilakukan setiap 2.000 hingga 2.500 kilometer atau sekitar dua bulan sekali, tergantung intensitas penggunaan.
“Servis rutin itu mencakup penggantian oli, pembersihan sistem bahan bakar seperti throttle body atau karburator, serta pengecekan komponen penting seperti busi, rem, dan rantai,” terang Lucky.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi pemakaian sangat memengaruhi jadwal servis. Motor yang sering digunakan di jalan macet, berdebu, atau perjalanan jauh sebaiknya diservis lebih cepat dari interval normal.
Servis Besar untuk Deteksi Dini Kerusakan
Pada jarak tempuh 10.000 kilometer, Lucky menyarankan dilakukan servis besar untuk pemeriksaan menyeluruh.
“Di tahap ini, teknisi akan melakukan pembersihan ruang bakar, pengecekan kepala silinder, sistem CVT atau rantai keteng, hingga kompresi mesin. Ini penting untuk mengetahui komponen yang mulai aus,” jelasnya.
Dengan servis besar, potensi kerusakan serius dapat dideteksi lebih awal sehingga biaya perbaikan bisa ditekan.
Oli Harus Diganti Tepat Waktu
Lucky menegaskan bahwa oli memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan mesin.
“Oli itu ibarat darah bagi mesin. Kalau terlambat diganti, pelumasan tidak optimal dan bisa mempercepat keausan,” katanya.
Ia menyebutkan, oli mesin idealnya diganti setiap 2.000 kilometer atau maksimal dua bulan sekali. Sementara untuk oli gardan, penggantian dilakukan setiap 8.000 hingga 10.000 kilometer.
Kenali Gejala Motor Butuh Servis
Selain mengikuti jadwal, pengendara juga perlu memperhatikan tanda-tanda motor membutuhkan servis tambahan.
“Kalau tarikan terasa berat, suara mesin kasar, bahan bakar jadi lebih boros, muncul asap berlebih, atau getaran tidak normal, itu tanda motor harus segera dicek,” ungkap Lucky.
Ia mengingatkan agar pengendara tidak menunda pemeriksaan saat gejala tersebut muncul karena dapat memperparah kerusakan.
Percayakan Perawatan di AHASS
Untuk memastikan kualitas servis tetap terjaga, Lucky menyarankan pemilik sepeda motor Honda melakukan perawatan di AHASS (Astra Honda Authorized Service Station).
“Di AHASS, penanganan dilakukan oleh teknisi tersertifikasi dengan standar pabrikan dan menggunakan Honda Genuine Parts, sehingga kualitas dan keamanan lebih terjamin,” jelasnya.
Servis Tepat Waktu, Banyak Manfaat
Dengan melakukan servis secara rutin, pengendara akan merasakan berbagai keuntungan, mulai dari mesin yang lebih awet dan bertenaga, konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, hingga risiko mogok yang lebih kecil.
Selain itu, perawatan yang baik juga membantu menjaga nilai jual kendaraan tetap tinggi serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan saat berkendara.
“Yang terpenting, jangan tunggu rusak baru servis. Lakukan perawatan secara rutin agar motor selalu dalam kondisi terbaik,” tutup Lucky.