Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

"Awalnya Gugup, Kini Percaya Diri", Kisah Siswa SMK Servis Motor di Bengkel Nyata

PedomanBengkulu.com, Kendal - Suasana bengkel di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tak ubahnya seperti bengkel resmi pada umumnya. Deru mesin motor, antrean konsumen, hingga siswa berseragam praktik yang sigap melayani menjadi pemandangan sehari-hari.

Di balik aktivitas itu, ada cerita perubahan dari para siswa. Salah satunya Nasrul Aburizal, siswa kelas XII Teknik Sepeda Motor (TSM), yang kini terbiasa menangani langsung motor milik konsumen.

"Awalnya gugup, takut salah. Tapi setelah sering praktik, jadi lebih percaya diri karena langsung merasakan standar kerja di bengkel," ujar Nasrul.

Pengalaman tersebut ia dapatkan melalui fasilitas Pos AHASS Teaching Factory (TEFA) yang dihadirkan PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Astra Motor Jawa Tengah. Di tempat ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam pelayanan dan perbaikan sepeda motor layaknya mekanik profesional.

Setiap hari, siswa bergantian mengerjakan servis, mulai dari perawatan berkala hingga penggantian suku cadang. Semua proses dilakukan dengan standar layanan bengkel resmi Honda dan berada di bawah supervisi teknisi berpengalaman.

Bagi Nasrul dan teman-temannya, pengalaman berinteraksi langsung dengan konsumen menjadi pelajaran penting yang tidak mereka dapatkan di ruang kelas.

"Di sini kami belajar bukan hanya memperbaiki motor, tapi juga cara berkomunikasi dengan pelanggan dan bekerja secara profesional," katanya.

Kehadiran TEFA membuat suasana belajar berubah drastis. Jika sebelumnya praktik hanya dilakukan secara simulasi, kini siswa dihadapkan pada kondisi kerja nyata, termasuk tuntutan ketepatan waktu dan kualitas pelayanan.

General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan, konsep TEFA dirancang untuk memberikan pengalaman industri secara langsung kepada siswa.

"Melalui TEFA, siswa belajar menghadapi situasi kerja sebenarnya, sehingga lebih siap ketika lulus nanti," ujar dia.

Pos AHASS TEFA di SMK Muhammadiyah 3 Weleri sendiri dilengkapi empat pit kerja yang mampu melayani hingga 16 sepeda motor per hari. Selain menjadi tempat belajar, fasilitas ini juga melayani masyarakat umum untuk servis dan perawatan kendaraan.

Bagi para siswa, pengalaman ini menjadi bekal berharga sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. Rasa gugup yang dulu muncul perlahan berubah menjadi kepercayaan diri.

"Sekarang justru senang kalau dapat motor dari konsumen, karena jadi tantangan untuk menunjukkan kemampuan kami," ujar Nasrul.

Melalui pengalaman nyata tersebut, siswa tidak hanya memahami teknik, tetapi juga merasakan langsung bagaimana menjadi bagian dari dunia industri sejak masih duduk di bangku sekolah.