Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Serap Aspirasi di Daerah, Masyarakat Curhat Soal MBG hingga Nasib Guru Honorer ke Senator Leni John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief menyerap berbagai aspirasi masyarakat usai melakukan serangkaian kunjungan kerja ke sejumlah daerah. Sejumlah persoalan yang mencuat mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), kelangkaan pupuk, pelayanan BPJS Kesehatan, hingga kesejahteraan guru honorer.

Senator asal Provinsi Bengkulu itu mengatakan banyak masyarakat menilai program MBG belum menjadi kebutuhan prioritas di tengah kondisi ekonomi saat ini. Warga berharap anggaran program tersebut dapat dialihkan atau dikembalikan ke sektor pendidikan yang dinilai lebih mendesak.

“Aspirasi yang kami terima dari masyarakat cukup beragam. Terkait program MBG, masyarakat berharap pemerintah melakukan evaluasi agar implementasinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah,” ujar Hj Leni Haryati John Latief, Kamis (7/5/2026).

Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menjelaskan, masyarakat juga mengeluhkan kelangkaan pupuk serta harga pupuk yang terus meningkat. Kondisi tersebut dinilai memberatkan petani dan berdampak pada produktivitas sektor pertanian.

"Tentu akan kita kawal kebijakan terkait stabilisasi harga dan distribusi pupuk agar kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan baik. Ketersediaan pupuk dan kestabilan harga harus menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan produktivitas petani dan ketahanan pangan,” kata Hj Leni Haryati John Latief.

Di sektor kesehatan, masyarakat turut menyampaikan keluhan mengenai adanya pembatasan masa perawatan pasien BPJS. Warga mengaku ada pasien yang dipulangkan setelah tiga hari perawatan meski belum pulih sepenuhnya.

Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu ini menekankan, persoalan tersebut akan menjadi bahan pengawasan terhadap pelayanan kesehatan di daerah agar hak masyarakat sebagai peserta BPJS tetap terpenuhi secara optimal.

“Kami menerima laporan terkait pelayanan BPJS ini dan tentu akan menjadi perhatian dalam fungsi pengawasan, khususnya menyangkut kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini menambahkan, persoalan kesejahteraan guru honorer juga menjadi sorotan dalam kunjungannya ke daerah. Masyarakat menilai gaji guru honorer masih sangat kecil dan belum sebanding dengan beban kerja serta tanggung jawab yang mereka emban.

“Guru honorer memiliki peran besar dalam dunia pendidikan. Karena itu, perlu ada perhatian serius terhadap kesejahteraan dan kepastian status mereka. Kalau ada peluang pengangkatan, tentu kita anjurkan diangkat, apalagi bila bersedia ditempatkan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) tanpa berpindah-pindah lagi,” tutupnya. [**]