Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Senator Leni John Latief: Hargai Dedikasi Perawat, Jaga Masa Depan Pelayanan Kesehatan

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Setiap tanggal 17 Maret, bangsa Indonesia memperingati Hari Perawat Nasional sebagai momentum untuk mengapresiasi pengabdian para perawat yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Tanggal tersebut tidak dipilih secara kebetulan. Ia bertepatan dengan hari lahir organisasi profesi perawat Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada tahun 1974, hasil penyatuan berbagai organisasi keperawatan yang sebelumnya berdiri sendiri. Sejak saat itu, profesi perawat memiliki wadah yang kuat untuk memperjuangkan standar profesi, pendidikan, serta kesejahteraan anggotanya.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, peringatan ini mengingatkan publik bahwa perawat bukan sekadar tenaga pendamping dokter. 

"Mereka hadir dalam hampir seluruh tahapan pelayanan kesehatan, mulai dari perawatan pasien, edukasi keluarga, hingga memberikan dukungan psikologis kepada mereka yang sedang menghadapi masa-masa sulit," kata Hj Leni Haryati John Latief, Selasa (17/3/2026).

Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menjelaskan, di Bumi Merah Putih dedikasi perawat terlihat jelas dalam berbagai fasilitas kesehatan yang terus melayani masyarakat. 

"Namun di balik pengabdian tersebut, terdapat dinamika yang perlu menjadi perhatian bersama. Penelitian di beberapa rumah sakit menunjukkan bahwa beban kerja yang tinggi sering kali berbanding lurus dengan kelelahan fisik dan tekanan mental para perawat. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesejahteraan tenaga kesehatan, tetapi juga berpotensi berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

"Di sisi lain, pemerintah daerah telah menunjukkan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan status profesional perawat. Salah satu langkah penting adalah membuka formasi besar tenaga kesehatan melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja," lanjut Hj Leni Haryati John Latief.

Meski demikian, Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu ini menekankan, tantangan belum sepenuhnya teratasi. Isu kesejahteraan masih menjadi sorotan, terutama bagi perawat non-ASN yang di beberapa daerah masih menerima penghasilan di bawah standar minimum provinsi.

"Oleh karena itu, aspirasi perawat perlu mendapat perhatian serius di tingkat nasional. Ini akan jadi perhatian saya sebagai Senator asal Bengkulu," ungkap Hj Leni Haryati John Latief.

Pembina Forum Melayu Rembuk Bengkulu ini menambahkan, Hari Perawat Nasional harus menjadi refleksi bagi pemerintah dan masyarakat untuk menilai sejauh mana penghargaan terhadap profesi ini diwujudkan dalam kebijakan nyata. Tanpa perawat yang sejahtera, sistem pelayanan kesehatan tidak akan berdiri kokoh.

Menghargai perawat berarti menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Sebab di balik setiap proses penyembuhan, selalu ada tangan-tangan sabar para perawat yang bekerja tanpa lelah demi keselamatan sesama," tutup Hj Leni Haryati John Latief. [**]