Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Ketua BKMM-DMI Bengkulu: Mari Sambut Idul Fitri dengan Ibadah dan Silaturahmi

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri, umat Islam diingatkan kembali bahwa hari kemenangan bukan sekadar momentum perayaan setelah sebulan berpuasa. Idul Fitri adalah puncak dari perjalanan spiritual Ramadan, saat umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal ibadah agar pahala Ramadan menjadi sempurna dan keberkahan hari raya benar-benar terasa dalam kehidupan.

Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, salah satu amalan utama yang tidak boleh diabaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri adalah menunaikan zakat fitrah. 

"Zakat ini merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa. Selain itu, zakat fitrah juga memiliki dimensi sosial yang kuat karena membantu saudara-saudara yang membutuhkan agar mereka turut merasakan kebahagiaan di hari raya. Karena itu, zakat fitrah dianjurkan ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri agar sah sebagai zakat fitrah dan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh penerima," kata Hj Leni Haryati John Latief, Kamis (19/3/2026).

Perempuan berhijab kelahiran Taba Anyar ini menjelaskan, selain zakat, umat Islam juga dianjurkan menghidupkan malam takbiran sejak terbenamnya matahari di penghujung Ramadan hingga menjelang salat Id.

"Umat Muslim disunnahkan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai ungkapan syukur atas nikmat iman dan kesempatan menyelesaikan ibadah puasa. Malam takbiran juga sebaiknya diisi dengan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, serta berdoa, karena malam tersebut diyakini sebagai waktu yang baik untuk bermunajat kepada Allah," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Ketua Majelis Taklim Perempuan Pimpinan Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Bengkulu ini menekankan, menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan. 

"Umat Islam disunnahkan untuk mandi, memakai pakaian terbaik, serta menggunakan wewangian bagi laki-laki sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya. Berbeda dengan Idul Adha, pada Idul Fitri umat Muslim dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Id. Selain itu, jika memungkinkan, dianjurkan berjalan kaki menuju tempat salat sambil bertakbir, serta mengambil rute yang berbeda saat berangkat dan pulang untuk memperluas jangkauan silaturahmi," ungkap Hj Leni Haryati John Latief.

Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini menambahkan, esensi Idul Fitri tidak hanya terletak pada ritual ibadah, tetapi juga pada penguatan hubungan sosial, mempererat silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar dengan ucapan saling mendoakan seperti “Taqabbalallahu minna wa minkum”.

"Ucapan itu menjadi simbol harapan agar amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah. Wajah ceria, sikap ramah, serta keikhlasan saling memaafkan menjadi tanda bahwa Idul Fitri benar-benar menjadi momentum kembali kepada kesucian dan kebersamaan," tutup Hj Leni Haryati John Latief. [**]