PedomanBengkulu.com, Lebong -
Belum diketahui pasti apa kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Lebong, yang biasanya setiap tahun selalu mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pada tahun anggaran 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong tidak mendapatkan kucuran DAK Kemenkes RI seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kendati pun sejumlah proposal sudah diajukan pada saat tahun 2025 lalu, sepertinya tidak mendapatkan respon dari Kemenkes RI, sedangkan bidang kesehatan merupakan salah satu layanan dasar yang harus terus ditingkatkan untuk masyarakat. Apakah ada komunikasi yang terputus atau tim lobi pusat yang selama ini terbangun mengalami perubahan, hingga kini belum diketahui penyebabnya secara pasti.
Jika sejumlah proposal yang diajukan oleh Pemkab Lebong ke Kemenkes RI tahun 2025 lalu menemui jalan buntu, kabar gembira justru datang melalui program luncuran Kemenkes RI melalui program penanganan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong kecipratan dana luncuran DAK Program KSJU sebesar Rp 3,6 miliar, untuk pembangunan dua gedung sebagai penguatan sarana dan prasarana KSJU di RSUD Lebong.
Kepastian RSUD Lebong mendapatkan DAK luncuran Program KSJU Kemenkes RI ini juga diumumkan pada detik terakhir, dua hari sebelum penutupan. Sedangkan saat itu pihak RSUD Lebong sudah menyusun Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran 2026.
Seperti diungkapkan Plt Direktur RSUD Lebong dr Meinoffiandi Leswin melalui Kasubag Perencanaan RSUD Lebong, Fredy Agung Kurniawan kepada Pedomanbengkulu.com, Senin (26/01/2026) pagi.
"Kepastian kita mendapatkan program KSJU ini pada detik terakhir sebelum DPA ditetapkan. Dua hari sebelum ditutup pengumuman DAK Kemenkes RI, Program KSJU untuk RSUD Lebong baru disetujui, saat itu juga kami terpaksa melakukan perbaikan dan perubahan DPA," ungkap Agung.
Dikatakan Agung, program KSJU di Kementerian Kesehatan RI, memang sudah berjalan sejak tahun 2024. Sebagai bantuan bagi sejumlah daerah dalam penguatan program KSJU. Saat ini pihaknya sedang memproses seluruh tahapan perencanaan dan persiapan, pelaksanaan pembangunan dua gedung penguatan program KSJU.
"Kita terima Program KSJU Kemenkes RI untuk pembangunan gedung Cathlab Jantung Rp 2,3 Miliar dan Gedung Cytotoxic Drugs safety cabinet untuk kanker Rp 1,3 Miliar," pungkasnya.[spy]