Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Diduga Diterkam Buaya saat Mencari Lokan, Warga Mukomuko Ditemukan Meninggal

Pedomanbengkulu.com, Mukomuko -
Warga Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko dihebohkan hilangnya salah seorang warga desa setempat bernama Sabri (68). Hilangnya warga tersebut diduga kuat telah dimangsa buaya (Moster Ganas ) di aliran sungai selagan.  pihak Basarnas Mukomuko, ikut serta membantu melakukan proses pencarian korban, Senin (21/02/2022).

Dari data terhimpun di lapangan, diketahui sekitar pukul 13. 00 WIB, Sabri dengan satu orang rekannya, sedang melakukan aktifitas menyelam lokan, di wilayah sungai boding aliran selagan. Setelah beberapa jam kemudian, tiba-tiba Sabri menghilang begitu saja.

Disampaikan Camat Kota Mukomuko, Ali Nasri, SH, membenarkan kejadian tersebut, sontak menerima laporan dari warga setempat tentang kejadian itu, dirinya langsung turun ke lapangan. Keterangan warga di lapangan, hilangnya Sabri diduga kuat setelah dimangsa buaya.

Sebab ada warga yang melihatnya saat Sabri mencoba melepaskan diri dari buaya, namun serangan terus dilakukan oleh buaya sehingga secara spontan Sabri menghilang. Proses pencarian Sabri dibantu oleh tim Basarnas dan masyarakat desa, Sabri (68) warga Desa Tanah rekah, Kecamatan Kota Mukomuko, korban serangan buaya ditemukan tak bernyawa. Penemuan Sabri  sekitar pukul 17.25 WIB, diketahui setelah penemuan tersebut, korban langsung dibawa kediamannya untuk dilakukan pemakaman. Hal ini disampaikan Camat Kota Mukomuko, Ali Nasri, SH.

Masih disampaikan, Ali Nasri, hingga sore Senin proses pencarian masih berlangsung. Ia mengatakan, disisi lain dari keterangan warga setempat, buaya di wilayah tersebut sering kali muncul menampakkan wujudnya di permukaan. Bahkan sudah ada beberapa korban yang menjadi mangsa.

‘’Terkait persoalan ini, kami menghimbau kepada masyarakat yang melakukan aktifitas di pinggir sungai agar selalu waspada. Sebab, terkait ancaman buaya ini, sudah sering kami dengar,’’demikian Ali Nasri. (Angga)