Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Wakil Bupati: Jangan Takut Makan Beras Seginim

12026604_1061684030563784_125745539_n (1) 12443207_1061684267230427_1005776538_n 12721555_1061684710563716_436537121_n

BENGKULU SELATAN, PB - Beredar informasi di beberapa media cetak dan elktronik di Bengkulu terkait pernyataan dari pihak Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Bengkulu terhadap sampel beras Seginim yang mengandung bahan yang berbahaya yakni unsur Cadium (Cd).

Atas hal tersebut Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi menepis jika dikatakan beras seginim mengandung logam berbahaya. Dia menduga hasil dari uji laboratorium di Surabaya itu tidak menggunakan sampel yang valid.

Untuk itu, Wabup berencana akan melakukan pengambilan sampel ulang dan akan melibatkan pihak Universitas Bengkulu (UNIB) untuk dilakukan uji laboratorium.

"Metode pengambilan sampelnya kita pertanyakan. Terus pada saat dilakukan uji laboratorium di Surabaya siapa yang melihat dan mengawalnya? kan tidak ada. Apalagi pada saat pengambilan sampel tidak ada berita acaranya," tegas Wabup.

Bagi daerah persawahan di Seginim yang sudah panen, lanjutnya, akan segera diambil sampelnya dan secepatnya akan uji di Laboratorium UNIB. Supaya tidak ada kecurigaan, proses pengambilan sampel dan uji labor akan dilakukan secara terbuka. Sehingga seluruh pihak bisa menyaksikan secara langsung.

"Isu ini sangat merugikan masyarakat Bengkulu Selatan. Untuk itu, secepatnya akan kita lakukan uji laboratorium ulang. Nanti saya sendiri yang langsung mengawalnya. Kalau memang beras Seginim berbahaya, tentunya sudah banyak warga Seginim yang yang mati diserang penyakit. Tapi buktinya kan tidak ada," terang Wabup pada saat meninjau lokasi persawahan di ataran persawahan Pematang Gambir Desa Tanjung Beringin Kecamatan Air Nipis, Kamis (17/3/2016).

Wakil Bupati juga mengimbau kepada masyarakat Bengkulu Selatan pada umumnya dan Masyarakat Provinsi Bengkulu pada umumnya agar tidak takut mengkonsumsi beras dari Seginim Bengkulu Selatan, karena dirinya berkeyakinan bahwa beras dari Seginim tidak berbahaya. (Apdian Utama/Bis)