Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Pos Pemantau Pantai Kurang

pantai zakat-kota bengkulu (2)BENGKULU, PB - Komisi II DPRD Kota Bengkulu mengkritisi masih rendahnya tingkat keamanan kunjungan wisatawan di kawasan pantai. Pasalnya, hampir setiap tahun, masih ada korban jiwa yang tenggelam saat mandi di kawasan pantai.

Baca juga : Nikmati Panorama Pantai dari Hotel Amaris

"Persoalan ini harus ada pemecahannya. Bukan dengan melarang warga untuk mandi di pantai. Yang namanya wisatawan itu kalau berkunjung ke pantai pasti yang ingin dilakukan pertama sekali adalah mandi. Kalau ada yang tenggelam, pemerintah harus berperan aktif," kata Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Suimi Fales, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, harus lebih aktif dalam melakukan pengawasan di kawasan pantai. Salah satunya adalah dengan cara menambah pos pemantauan.

"Atau bisa jadi pengunjung diberikan imbauan secara lengkap dibeberapa titik. Tapi jangan dengan menakut-nakuti sampai ada gambar tengkorak segala. Hilangkan gambar itu. Karena, sekali lagi, orang ke pantai itu mau mandi," ucapnya.

Baca juga : Wakil Wali Kota Jamin Masuk Pantai Gratis

Senada disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bengkulu, M Awaluddin. Menurut dia, pantai di Kota Bengkulu tergolong cantik. Ia berharap, tahun ini tidak ada lagi korban jiwa yang tenggelam akibat mandi di pantai.

"Pengamanan harus ditingkatkan. Kalau orang mandi harus ada yang siaga jangan sampai ada yang hanyut sampai nyawanya terenggut. Keamanan pengunjung ini hal utama disamping kebersihan. Kalau promosi itu hanya bagian kecil dari upaya mengelola pariwisata kita secara baik dan benar," ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, Mulyani, menjawab, pos pemantauan memang baru terpasang di kawasan Sport Center Pantai Panjang. Ia juga tak menampik masih minimnya petugas jaga di pos pemantauan tersebut.

"Pemasangan pos pemantau di Sport Center karena ketika di survei, kawasan inilah yang paling dikunjungi. Survei terhadap masyarakat sekitar juga inginnya pos itu dibangun di Sport Center. Untuk penjaga pos kita terkendala dana," sampai Mulyani.

Mulyani tak menampik perlunya penambahan pos pemantauan di kawasan pantai. Salah satu titik yang dinilai mendesak untuk dibangun pos pemantauan adalah kawasan Tapak Padri. Pada musim libur, Tapak Padri merupakan tempat favorit bagi wisatawan untuk mandi.

"Nanti pos pemantauan akan kita bangun juga di kawasan Tapak Padri. Kami sudah pernah ajukan kelengkapan alat untuk menyelematkan warga yang mandi ke pusat, tapi ditolak. Karena tenggelam itu dinilai musibah, bukan bencana. Kami harapkan bantuan dari APBD," demikian Mulyani. [RN]