PedomanBengkulu.com, Bengkulu - Pembangunan manusia di Provinsi Bengkulu terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Bengkulu pada tahun 2026 berhasil mencapai angka 76,41.
Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 0,73 poin atau tumbuh sekitar 0,96 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 75,68.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Sahranudin, SE, M.Si, mengungkapkan bahwa akselerasi ini merupakan buah dari kemajuan yang konsisten. Sejak periode 2021 hingga 2026, IPM di Bumi Rafflesia ini rata-rata tumbuh sebesar 0,87 persen per tahun, bergerak signifikan dari angka 73,16 menuju 76,41.
"Pertumbuhan IPM 2026 mengalami percepatan dari tahun sebelumnya. Seluruh dimensi pembentuk IPM mengalami peningkatan, baik dimensi umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, maupun standar hidup layak," ujar Sahranudin dalam rilis resmi statistik di Bengkulu, Kamis (5/11/2026).
Kemajuan pembangunan manusia ini ditopang oleh performa positif dari tiga dimensi utama pembentuk indeks.
Pertama, Dimensi Kesehatan (Umur Panjang & Hidup Sehat). Umur Harapan Hidup (UHH) bayi yang lahir pada tahun 2026 terdongkrak menjadi 73,78 tahun, naik 0,19 tahun dibandingkan mereka yang lahir pada tahun 2025 (73,59 tahun).
Kedua, Dimensi Pengetahuan (Pendidikan). Harapan Lama Sekolah (HLS) anak berusia 7 tahun meningkat tipis dari 13,76 tahun menjadi 13,77 tahun. Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas melonjak 0,16 tahun menjadi 9,39 tahun dari sebelumnya yang sebesar 9,23 tahun.
Ketiga, Dimensi Standar Hidup Layak, dalam artian pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan masyarakat Bengkulu kini menyentuh Rp12,732 juta. Angka ini melonjak Rp535 ribu atau tumbuh 4,39 persen dibandingkan tahun lalu.Kesenjangan Antardaerah: Kota Bengkulu Melesat, Seluma Terendah
Meskipun seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Bengkulu mencatatkan kenaikan performa internal, perbedaan capaian antardaerah masih terlihat cukup lebar.
Kota Bengkulu kokoh di peringkat pertama dengan nilai IPM mencapai 85,35. Capaian fantastis ini menjadikan wilayah ibu kota sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Bengkulu yang sukses menyandang status pembangunan manusia "Sangat Tinggi" (IPM ≥ 80).
Sementara itu, sembilan wilayah Kabupaten lainnya berada di status "Tinggi" (70 ≤ IPM < 80). Secara berurutan, posisi di bawah Kota Bengkulu ditempati oleh Rejang Lebong (76,57), Bengkulu Selatan (75,80), Mukomuko (75,17), Lebong (74,83), Bengkulu Utara (74,55), Kepahiang (73,59), Kaur (73,31), dan Bengkulu Tengah (73,13).
"Urutan IPM terendah masih ditempati oleh Kabupaten Seluma dengan nilai 72,49," jelas Sahranudin.
Meski berada di posisi terbawah, pertumbuhan yang terjadi di Kabupaten Seluma dan wilayah Kabupaten lainnya mengonfirmasi bahwa roda pembangunan dan aksesibilitas terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan, serta ekonomi di Provinsi Bengkulu terus bergerak ke arah yang lebih baik.
