Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Pemkot Bengkulu Targetkan Bedah 1.000 Rumah Tak Layak Huni pada 2027

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu -  Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memperkuat komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Pada tahun anggaran 2027, Pemkot Bengkulu mengalokasikan dana sebesar Rp3 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membedah 150 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar kolaborasi lintas sektor guna mengejar target rehabilitasi hingga 1.000 unit rumah warga prasejahtera di seluruh wilayah kelurahan.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menjelaskan, kuota 1.000 unit rumah sepanjang tahun 2027 tersebut akan dipenuhi melalui sinergi pendanaan dari berbagai sumber. Selain 150 unit dari APBD kota, sebanyak 500 unit ditargetkan berasal dari kuota pemerintah pusat, dan 200 unit lainnya disokong oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu dan CSR dari berbagai stakeholder.

"Kami juga akan melanjutkan program bedah rumah dengan target 150 rumah dari APBD Kota Bengkulu. Jika diakumulasikan bersama dukungan Baznas dan pemerintah pusat, target total kita bisa mencapai 1.000 unit rumah. Ini merupakan salah satu upaya nyata kita untuk menurunkan angka kemiskinan," ujar Dedy.

Untuk mengoptimalkan realisasi tersebut, Baznas Kota Bengkulu saat ini tengah merancang konsep program khusus bernama 'Aladin', yang berfokus pada rehabilitasi tiga elemen penting rumah.

“Saat ini Baznas Kota Bengkulu sedang merancang konsep program rumah yaitu Aladin, atau rehabilitasi atap, lantai, dan dinding. Program ini dikhususkan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria miskin dan memiliki rumah tidak layak huni,” tambah Dedy.

Program bedah rumah ini merupakan respon cepat pemerintah daerah terhadap aspirasi warga yang mendambakan hunian yang lebih sehat, nyaman, dan aman dari ancaman kerusakan fisik bangunan.

Dedy menegaskan, program ini adalah prioritas utama untuk menjamin pemenuhan standar kelayakan hidup bagi seluruh warga Kota Bengkulu. Pemkot berharap kualitas hidup dan kesehatan masyarakat dapat meningkat secara signifikan, sekaligus menciptakan penataan kawasan permukiman yang lebih rapi dan sehat.

Sebagai informasi, program ini melanjutkan keberhasilan tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, sebanyak 145 unit RTLH di wilayah Kota Bengkulu telah berhasil dibedah dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Program ini menjadi bukti nyata kepedulian duet Walikota Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing dalam memperbaiki sanitasi dan menekan kemiskinan ekstrem.

Agar bantuan ini tepat sasaran, Wali Kota menginstruksikan jajaran aparat di tingkat bawah untuk lebih proaktif melakukan penyisiran dan validasi data warga.

"Pemerintah tidak ingin warga yang tinggal dalam kondisi hunian memprihatinkan luput dari pendataan. Lurah tolong pastikan dan sampaikan kepada Walikota dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kalau ada warganya yang masih tinggal di rumah yang tidak layak huni," tegas Dedy.

Pendataan yang valid dari tingkat kelurahan dinilai sangat krusial agar intervensi anggaran pemerintah tepat sasaran. Melalui kolaborasi erat antara Pemkot Bengkulu dan DPRD Kota Bengkulu, program ini diharapkan terus berkembang.