Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

6 Bank Swasta dengan Penyaluran Kredit Tertinggi 2026

 

PedomanBengkulu.com, Jakarta -  PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas dalam daftar enam bank swasta dengan penyaluran kredit terbesar per Agustus 2026. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BCA menjadi satu-satunya bank swasta dalam daftar tersebut yang menyalurkan kredit lebih dari Rp1.000 triliun.

Dominasi BCA terlihat di tengah pertumbuhan kredit perbankan nasional yang mencapai 13,65 persen secara tahunan (year on year/YoY). Total penyaluran kredit industri perbankan tercatat sebesar Rp9.178 triliun pada Agustus 2026, didorong terutama oleh pertumbuhan kredit investasi dan korporasi.

6 bank swasta dengan nilai kredit tertinggi
Berdasarkan data OJK per Agustus 2026, berikut enam bank swasta dengan nilai penyaluran kredit terbesar:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp1.017,70 triliun
PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP): Rp184,98 triliun
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA): Rp178,41 triliun
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN): Rp169,61 triliun
PT Bank Permata Tbk (BNLI): Rp151,75 triliun
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN): Rp147,43 triliun

Kesenjangan penyaluran kredit terlihat cukup besar antara BCA dan lima bank lainnya. Nilai kredit BCA mencapai sekitar 5,5 kali lipat dari OCBC NISP yang menempati posisi kedua. Sementara itu, lima bank lainnya memiliki nilai penyaluran kredit yang relatif berdekatan, berkisar Rp147 triliun hingga Rp185 triliun.

Kredit perbankan tumbuh 13,65 persen
Secara industri, kredit perbankan tumbuh 13,65 persen YoY pada Agustus 2026, meningkat dari 13,58 persen pada Juli. Total kredit mencapai Rp9.178 triliun, mencerminkan kelanjutan penguatan intermediasi perbankan.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 25,11 persen YoY. Kredit modal kerja tumbuh 11,45 persen, sedangkan kredit konsumsi meningkat 5,07 persen.

Dari sisi debitur, kredit korporasi tumbuh 22,18 persen YoY. Kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga meningkat 2,32 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1,62 persen pada Juli 2026.

Jika dilihat berdasarkan kepemilikan, bank BUMN mencatat pertumbuhan kredit tertinggi, yakni 16,41 persen YoY. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan kredit industri ditopang oleh bank swasta dan kelompok bank milik negara.

Dana pihak ketiga mencapai Rp10.413 triliun
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) perbankan mencapai Rp10.413 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 10,94 persen YoY. Pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan Juli yang mencapai 11,21 persen.

Berdasarkan jenis simpanan, deposito tumbuh paling tinggi sebesar 13,10 persen YoY. Sementara itu, giro meningkat 9,82 persen dan tabungan tumbuh 9,56 persen.

OJK menilai likuiditas perbankan masih memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) tercatat 102,31 persen, sedangkan rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) mencapai 23,04 persen.

Keduanya masih berada di atas ambang batas masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun liquidity coverage ratio (LCR) tercatat 187,1 persen.

Kualitas kredit dan permodalan perbankan
Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross berada di level 2,11 persen pada Agustus 2026. Angka tersebut sedikit meningkat dari 2,10 persen pada bulan sebelumnya. NPL net juga naik dari 0,81 persen menjadi 0,84 persen.

Sementara itu, rasio loan at risk (LaR) tercatat 8,56 persen, dibandingkan 8,39 persen pada Juli. Profitabilitas perbankan yang diukur melalui return on assets (ROA) berada di level 2,43 persen, sedikit turun dari 2,45 persen.

Di tengah perkembangan tersebut, permodalan perbankan tetap kuat. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) meningkat menjadi 24,10 persen dari 23,84 persen pada Juli 2026.

Sumber: www.fortuneidn.com