Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Pemkot Telah Terbitkan 1.959 Akta Kematian Lewat Program 3 in 1, Layanan Diantar Langsung ke Rumah Duka

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu -  Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus berkomitmen menjalankan program prioritas "3 in 1 Duka Cita" melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Layanan jemput bola ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk memberikan pelayanan maksimal kepada warga, baik dalam keadaan suka maupun duka.

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Dukcapil Kota Bengkulu, terhitung sejak Januari hingga saat ini, sebanyak 1.959 akta kematian telah berhasil diterbitkan dan diserahkan langsung kepada masyarakat.
Program ini sejatinya telah berlangsung sejak September 2018 di era Walikota Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi. Tujuan utamanya adalah untuk meringankan beban administrasi masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Memasuki era kepemimipinan Walikota Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing, program ini tidak hanya terus berlanjut, tetapi juga dikembangkan. Pemkot Bengkulu kini menghadirkan program terbaru berupa layanan "4 in 1" sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Bengkulu Widodo menjelaskan, program ini dirancang agar warga yang sedang berduka tidak perlu lagi direpotkan oleh urusan birokrasi yang rumit. 

Melalui program ini, petugas Dukcapil akan langsung memproses dan menerbitkan tiga dokumen kependudukan penting sekaligus. Dokumen tersebut meliputi Akta Kematian, Kartu Keluarga (KK) dengan pembaruan status anggota, serta Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan status terbaru bagi pasangan yang ditinggalkan.

"Cara mengurus dokumen pada program 3 in 1 duka cita sangat mudah. Apabila setiap ada warga yang terkena musibah kematian, kami minta Ketua RT harus segera melaporkan serta melakukan koordinasi ke kantor kelurahan," ujar Widodo pada Kamis (8/10/2026).

Setelah menerima laporan dari pihak kelurahan, Dinas Dukcapil akan langsung bergerak cepat untuk memproses dan menindaklanjuti penerbitan ketiga dokumen kependudukan tersebut.

Proses penyerahan dokumen pun dilakukan dengan pendekatan yang menyentuh hati masyarakat. Dokumen tidak diambil di kantor, melainkan diantar langsung ke rumah duka. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakali Ronny PL Tobing menyempatkan diri hadir langsung untuk menyerahkannya.

"Dokumen tersebut akan diserahkan langsung oleh Walikota, Wawali, pihak Camat, atau pihak kelurahan pada malam ketiga takziah yang biasanya diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu," tambah Widodo.

Program jemput bola ini terbukti tidak hanya mempercepat rantai layanan administrasi publik di Kota Bengkulu, tetapi juga menjadi hal nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. 

Melalui program ini, pemerintah daerah dapat menunjukkan empati mendalam sekaligus memberikan penghiburan langsung kepada keluarga yang sedang berduka.