PedomanBengkulu.com, Lebong - Polres Lebong bersama Pemerintah Kabupaten Lebong menggelar simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah persiapan pengamanan tahapan pemungutan suara Pilkades, yang langsung dipantau tim Supervisi dan Asistensi Sispamkota Polda Bengkulu, di Lapangan Balai Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, Jumat (2/10/2026) pagi.
Agenda simulasi pengamanan TPS dihadiri Bupati Lebong H. Azhari, SH MH, Karo Ops Polda Bengkulu Kombes Pol. Pontjo Soediantoko, SIK, MH. Direktur Samapta Polda Bengkulu Kombes Pol. Musa Hengky Tampubolon, SH SIK MH. Dansat Brimob Polda Bengkulu Kombes Pol Danu Windarto, SIK, Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, SH SIK beserta jajaran, serta sejumlah pejabat Pemkab Lebong. Selain personel kepolisian, kegiatan ini juga melibatkan unsur TNI, anggota Linmas sebagai unsur pendukung pengamanan di TPS.
Dalam simulasi, seluruh alur pemungutan suara diperagakan sebagaimana pelaksanaan sesungguhnya, mulai dari penataan ruang TPS, penempatan panitia, hingga petugas keamanan dan proses pemungutan suara. Skenario simulasi juga mencakup antisipasi gangguan keamanan, massa pendukung yang awalnya menyampaikan ketidakpuasan secara damai, lalu memanas dan berhasil diredam serta diamankan oleh petugas yang berjaga.
Bupati Lebong H. Azhari, SH MH, menyampaikan arahan agar seluruh panitia, baik tingkat kabupaten maupun desa, memastikan tahapan Pilkades berjalan lancar. Proses pendaftaran masih berlangsung, dengan beberapa catatan khusus: Desa Gunung Alam belum memiliki peminat, 7 desa memperpanjang masa pendaftaran akibat calon tunggal, serta terdapat desa dengan jumlah calon melebihi ketentuan yang berlaku.
"Kepada para calon Kepala Desa, wajib menaati seluruh aturan yang berlaku, baik peraturan pemerintah maupun Peraturan Bupati. Yang memenuhi syarat akan diproses sebagai calon tetap," tegas Azhari.
Kehadiran unsur Polda Bengkulu dalam kegiatan ini, menurut Azhari, menunjukkan perhatian serius terhadap keamanan Pilkades di Kabupaten Lebong. Hal ini membuktikan bahwa Pilkades serentak bukan sekadar urusan tingkat kabupaten, melainkan mendapat perhatian luas hingga tingkat provinsi.
"Perbedaan pilihan itu hal yang wajar. Namun mari kita jaga bersama agar Lebong tetap aman, damai, dan tetap bersatu," pesannya.
Sementara itu, Karo Ops Polda Bengkulu Kombes Pol. Pontjo Soediantoko, SIK, MH, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektoral, demi menjaga kondusivitas wilayah selama pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Lebong.
"Kami berharap terjalin sinergitas antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat, agar Kepala Desa yang terpilih benar-benar menjadi pilihan masyarakat," ujar Kombes Pontjo.
Kombes Pontjo juga mengajak tokoh masyarakat turut berperan, dengan terlibat mengedukasi warga dalam menjaga Kamtibmas dilingkungannya masing-masing.
"Tokoh masyarakat diharapkan ikut mengedukasi warga menjaga Kamtibmas, sehingga Pilkades dari tahap awal, pelaksanaan, hingga pasca-pemilihan berjalan damai, khususnya di Kabupaten Lebong," tambahnya.
Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, SH SIK., menegaskan bahwa tahapan Pilkades serentak di 78 desa se-Kabupaten Lebong, menjadi skala prioritas pengamanan seluruh jajaran Polres Lebong.
"Sejak dilaunching, kita selalu menempatkan tahapan Pilkades sebagai prioritas utama dalam tugas pengamanan," kata
Seluruh anggota Polres Lebong, lanjut Agoeng, akan terus memantau perkembangan di lapangan, termasuk setiap isu dan pergerakan yang berkembang di tengah masyarakat selama proses tahapan Pilkades berlangsung.
"Bersama Pemkab Lebong, panitia, calon Kades dan masyarakat, kita akan memperkuat kolaborasi agar semua tahapan berjalan lancar dan aman," pungkasnya.[spy]