Dorong Pilkades Bersih dan Damai/spy
PedomanBengkulu.com, Lebong - Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang akan digelar di 78 desa se-Kabupaten Lebong, Pemerintah Kabupaten Lebong melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong, melaksanakan sosialisasi hukum dan ketertiban. Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan Pilkades berjalan bersih, aman, demokratis, dan bebas dari pelanggaran hukum.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Lebong, Azhar, SH, menyebutkan, Pilkades adalah pesta demokrasi di tingkat desa, merupakan momen penting bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang akan membawa kemajuan desa ke depan. Seluruh pihak, baik itu calon Kades, tim sukses, panitia, maupun masyarakat, diharapkan menjaga etika politik dan mengedepankan persatuan selama tahapan berlangsung.
"Kegiatan sosialisasi hukum dan ketertiban ini merupakan dukungan nyata agar pesta demokrasi tingkat desa berjalan lancar, tertib, dan damai," sampai Azhar.
Sementara itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Lebong, Harold Marnangkoko Marbungaran Marhara Manurung, S.H., M.H., atau yang akrab disapa Harold Kastel, menegaskan bahwa Pilkades bukan ajang perpecahan, melainkan sarana demokrasi untuk melahirkan pemimpin yang mampu membangun desa.
"Pilkades ini bukan untuk membuat keributan atau terjadi perpecahan di tengah masyarakat. Pilkades hanyalah sarana demokrasi untuk menghasilkan seorang Kepala Desa yang dapat membangun desa," tegas Harold dalam penyampaian materinya.
Dilanjutkan Harold, sosialisasi ini dilaksanakan atas arahan Bupati Lebong, dengan melibatkan Kejari Lebong agar masyarakat memperoleh pemahaman taat hukum, baik secara administratif maupun peraturan yang berlaku. Kegiatan ini akan digelar hingga ke tingkat kecamatan, melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan para pemuda untuk bersama-sama menyampaikan pesan perdamaian selama tahapan Pilkades berlangsung.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pilkades ini sebagai pesta demokrasi yang damai. Jangan sampai perbedaan pilihan justru merenggangkan kebersamaan yang sudah terjalin selama ini," pungkasnya.[spy]