PedomanBengkulu.com - Harga minyak bertahan di zona penguatan di tengah meluasnya konflik di Timur Tengah yang mengancam menghambat pemulihan pasokan dari kawasan tersebut. Pasar juga meragukan klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai adanya “gencatan senjata energi” antara Rusia dan Ukraina.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$93 per barel setelah naik 2,1% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah Brent ditutup di kisaran US$107 per barel pada Senin (12/10). Rentetan serangan drone dan rudal oleh kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap bandara utama Arab Saudi semakin meningkatkan tekanan terhadap Washington untuk mengintensifkan upayanya dalam konflik di Yaman.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan negaranya akan terus menyerang Rusia selama Moskow masih menargetkan infrastruktur energi Ukraina. Trump mengatakan telah terjadi pelanggaran terhadap “gencatan senjata energi” yang diusulkannya. Namun, ia mendesak Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bertemu dan mengakhiri perang.
Harga Brent masih naik lebih dari 70% sepanjang tahun ini di tengah gejolak pasar energi akibat perang AS melawan Iran. Serangan terhadap Arab Saudi terjadi tidak lama setelah pasukan koalisi pimpinan Riyadh di Yaman melancarkan operasi untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi. Sementara itu, serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, jalur strategis yang sangat penting, semakin meningkat. Situasi ini membuat semakin banyak kapal mengurungkan rencana berlabuh di sebuah pelabuhan di Uni Emirat Arab yang selama ini berperan penting dalam membantu pemulihan ekspor minyak dari Teluk Persia hingga mendekati level sebelum perang.
“Beberapa hari terakhir dipenuhi rentetan berita yang membingungkan,” kata Scott Shelton, spesialis energi di TP ICAP Group. Ia merujuk pada sejumlah perkembangan, termasuk klaim Trump mengenai “gencatan senjata energi” dan serangan Houthi terhadap Arab Saudi. “Pekan ini dimulai dengan situasi yang kacau.”
Harga minyak:
Minyak mentah WTI untuk pengiriman November turun 0,5% menjadi US$93,23 per barel pada pukul 06.01 waktu Singapura.
Minyak mentah Brent untuk penyelesaian kontrak Desember naik 1,8% dan ditutup pada US$106,65 per barel pada Senin.
Sumber: www.bloombergtechnoz.com
