Fasilitas tersebut ditargetkan mulai dapat dioperasikan pada awal November 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, mengatakan saat ini seluruh pekerjaan konstruksi telah tuntas. Saat ini pihaknya hanya menyelesaikan kelengkapan administrasi dan memastikan kesiapan operasional pada masing-masing titik.
"Awal November sudah bisa dioperasikan. Untuk saat ini, program tersebut sudah selesai dilaksanakan secara fisik," ujar Arian.
Ia menjelaskan, dari total 33 titik yang dibangun, sebanyak 16 titik menggunakan sumur bor dengan tenaga penggerak berbasis energi surya. Sementara itu, titik lainnya menggunakan sumber tenaga listrik yang saat ini masih menunggu penyambungan aliran listrik agar dapat dioperasikan.
"Irpom yang menggunakan tenaga surya tinggal diaktifkan. Sedangkan lokasi yang menggunakan listrik harus menunggu proses penyambungan aliran listrik PLN," ucapnya.
Arian menegaskan, pembangunan irigasi perpompaan merupakan salah satu upaya pemerintah membantu petani menghadapi persoalan keterbatasan air, terutama ketika terjadi kekeringan.
Sistem ini dirancang untuk mengairi lahan pertanian dengan memanfaatkan air tanah yang disedot melalui sumur bor. Dengan adanya fasilitas tersebut, petani diharapkan memiliki alternatif sumber air ketika pasokan air dari saluran irigasi maupun sumber air lainnya tidak mencukupi kebutuhan tanaman.
Program ini juga menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi risiko gangguan produksi pertanian akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Setiap titik irigasi perpompaan diperkirakan mampu melayani lahan pertanian seluas 10 hingga 15 hektare," katanya.
Dengan cakupan tersebut, fasilitas ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani penerima, khususnya dalam menjaga ketersediaan air untuk kegiatan budidaya.
Arian juga mengingatkan agar keberadaan fasilitas tersebut diimbangi dengan komitmen kelompok tani dalam menjaga dan merawat seluruh sarana yang telah dibangun.
"Kami mengingatkan bahwa keberadaan fasilitas tersebut harus diimbangi dengan komitmen kelompok tani dalam menjaga dan merawat seluruh sarana yang telah dibangun," tutupnya.
Penulis: Rahmat
