Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Ubah Sampah Organik jadi Maggot, Ormas Manunggal Lestari Kebun Tebeng dapat Apresiasi Walikota

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu-  Wali Kota Bengkulu, Dr. H. Dedy Wahyudi, S.E., M.M., menghadiri acara Syukuran Gerakan Masyarakat Peduli Sampah Manunggal Lestari sekaligus Tebar Benih Lele Perdana di lokasi Divisi Usaha Produktif Berbasis Pengolahan Sampah (UPBPS) Manunggal Lestari, Kelurahan Kebun Tebeng, Kamis (17/9/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Setda Kota Bengkulu Tony Elfian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Anshar Amin, Camat Ratu Agung Subhan Gusti Hendri, Kapolsek Ratu Agung, serta Lurah Kebun Tebeng Hendriyanto.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Wahyudi menyampaikan apresiasi tinggi atas inovasi budidaya maggot dari sampah organik yang diinisiasi oleh Ormas Manunggal Lestari selama satu tahun terakhir.

"Saya orangnya mudah memberikan apresiasi, dan ketika ada yang berprestasi, saya memberikan apresiasi dan menyatakan 'salut'. Terima kasih atas terobosan pembuatan maggot ini. Memang saya sudah menyampaikan kepada seluruh luruh bahwa pada tahun 2026 ini dana kelurahan kita arahkan untuk kegiatan persampahan," ujar Dedy.

Wali Kota juga menegaskan bahwa Kelurahan Kebun Tebeng menjadi pelopor dalam menjalankan arahan tersebut. Ia meminta Kecamatan Ratu Agung menjadikan program ini sebagai percontohan bagi wilayah lain.

Jika program ini terbukti sukses, seluruh lurahan se-Kota Bengkulu akan diundang untuk menimba ilmu di Kebun Tebeng tanpa perlu jauh-jauh belajar ke Pulau Jawa.

Lurah Kebun Tebeng, Hendriyanto, menjelaskan bahwa Gerakan Masyarakat Manunggal Lestari dibentuk untuk mendukung program kebersihan lingkungan Pemkot Bengkulu. Lembaga ini memiliki berbagai divisi, mulai dari bank sampah, rumah kompos, rumah bibit, kerajinan warga, hingga pemanfaatan pekarangan.

"Hulunya berasal dari sampah rumah tangga warga Kelurahan Kebun Tebeng. Sampah organik yang dikumpulkan dimanfaatkan untuk budidaya maggot, yang selanjutnya menjadi pakan utama budidaya lele," jelas Hendriyanto.

Melalui optimalisasi Dana Kelurahan, pengelolaan sampah terpadu ini diharapkan dapat menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul. Menurutnya, sampah organik mendominasi porsi limbah rumah tangga dan memiliki potensi ekonomis tinggi jika dikelola secara tepat.

"Sampah sesungguhnya merupakan sumber rupiah, sesuai slogan kawan-kawan Manunggal Lestari: Sampah Sumber Rupiah," tambahnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan pelepasan 3.000 ekor benih lele secara simbolis oleh Wali Kota Bengkulu. Penambahan ini melengkapi 3.000 ekor benih lele yang telah dilepaskan pada tahap awal pengembangan program.