PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Bengkel sekolah tidak hanya menjadi ruang bagi siswa mempelajari teknologi otomotif. Dari tempat yang sama, mereka juga dapat belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan. Pesan inilah yang diangkat Astra Motor Bengkulu melalui program SMKreator bagi siswa SMK binaan Astra Honda Motor (AHM).
Mengusung semangat Sinergi Bagi Negeri, SMKreator memberikan tantangan kepada peserta untuk mengolah aktivitas di lingkungan sekolah menjadi konten kreatif. Pada September 2026, peserta diarahkan mengangkat tiga tema yang berkaitan dengan perjalanan mereka sebagai kreator, pembelajaran otomotif, serta kebiasaan sederhana untuk mengurangi sampah di bengkel.
Salah satu tema yang menjadi sorotan adalah “Bengkel sekolahku: Belajar Otomotif sambil Peduli Lingkungan.” Melalui tema tersebut, siswa tidak hanya memperlihatkan aktivitas praktik otomotif, tetapi juga diajak melihat bagaimana kepedulian lingkungan dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari di bengkel.
Peserta juga mendapatkan tema “Kebiasaan sederhana di bengkel yang bisa mengurangi sampah.” Tema ini membuka ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi berbagai tindakan sederhana, seperti menjaga kebersihan area kerja, mengelola sampah, menggunakan material secara bijak, hingga membangun kebiasaan kerja yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Sementara itu, tema “Kenalan yuk! Ini alasan aku bergabung jadi SMKreator 2026” memberikan kesempatan kepada peserta memperkenalkan diri sekaligus menceritakan motivasi, pengalaman, dan harapan mereka selama mengikuti program.
Ketiga tema tersebut dirancang agar siswa tidak sekadar memproduksi konten. Mereka juga ditantang untuk mengamati lingkungan sekitar, menemukan persoalan maupun kebiasaan positif, kemudian mengemasnya menjadi cerita yang informatif dan menarik bagi audiens digital.
Corporate Communication Astra Motor Bengkulu, Dinda Miranda Putri, mengatakan pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa semakin peka terhadap hal-hal di sekitar mereka.
“Tema bulan September ini mengajak peserta melihat bahwa aktivitas yang mereka lakukan sehari-hari di sekolah dapat menjadi cerita yang menarik. Tidak hanya tentang pembelajaran otomotif, tetapi juga bagaimana kebiasaan sederhana di bengkel dapat menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Dinda.
Menurut dia, proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran kreativitas dan komunikasi. Siswa diberi ruang untuk menyampaikan gagasan berdasarkan pengalaman mereka sendiri sehingga konten yang dihasilkan memiliki kedekatan dengan kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin siswa berani bercerita dari sudut pandang mereka sendiri. Dari bengkel sekolah, proses belajar otomotif, hingga kebiasaan menjaga kebersihan, semuanya dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya yang positif dan bermanfaat,” kata Dinda.
Program SMKreator berlangsung selama enam bulan dengan tantangan kreatif yang diberikan secara bertahap. Setiap tema menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan menemukan ide, menyusun cerita, memproduksi konten, sekaligus menyampaikan pesan kepada masyarakat melalui platform digital.
Bagi Astra Motor Bengkulu, pembinaan generasi muda tidak berhenti pada penguatan kemampuan teknis. Kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan menyampaikan gagasan juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi perkembangan zaman.
