PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya diajarkan melalui teori. Pemahaman mengenai aturan, kemampuan mengenali risiko, hingga keterampilan mengendalikan kendaraan perlu dibentuk sejak dini.
Semangat tersebut turut diwujudkan Astra Motor Bengkulu melalui keterlibatan Instruktur Safety Riding, Noval Yunaidi, sebagai juri dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026. Noval dipercaya menilai peserta Lomba Penyuluhan Keselamatan Berkendara dan Lomba Keterampilan Berkendara yang mengusung tema SALUD (Sadar Lalu Lintas Usia Dini).
Kegiatan tersebut melibatkan pelajar SMP dari lima sekolah di Kota Bengkulu, yakni SMP Negeri 1 Kota Bengkulu, SMP Negeri 2 Kota Bengkulu, SMP Negeri 4 Kota Bengkulu, SMP IT IQRA Bengkulu, dan SMP SINT CAROLUS Bengkulu.
Keterlibatan instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu tidak sekadar menjadi bagian dari perlombaan. Kompetensi di bidang keselamatan berkendara digunakan untuk melihat sejauh mana peserta mampu memahami sekaligus menerapkan prinsip keselamatan di jalan.
Pada lomba penyuluhan, peserta ditantang menyampaikan pesan keselamatan lalu lintas secara komunikatif dan mudah dipahami. Sementara dalam lomba keterampilan berkendara, peserta diuji dalam menerapkan aspek keselamatan, pengendalian kendaraan, serta keterampilan berkendara secara tepat.
Noval Yunaidi, Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkenalkan keselamatan lalu lintas kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih aplikatif.
“Kami mengapresiasi kegiatan SALUD karena memberikan ruang bagi siswa untuk belajar sekaligus menunjukkan pemahaman mereka mengenai keselamatan lalu lintas. Edukasi keselamatan memang penting dimulai sejak usia dini. Melalui keterlibatan sebagai juri, kami juga dapat melihat sejauh mana peserta memahami dan mampu menerapkan prinsip keselamatan berkendara,” ujar Noval.
Menurut Noval, keselamatan berkendara tidak berhenti pada kemampuan menguasai kendaraan. Seorang pengguna jalan juga dituntut mampu memahami aturan, membaca potensi bahaya, serta mengambil keputusan yang tepat selama berada di jalan.
“Yang paling penting adalah membangun pola pikir bahwa keselamatan harus menjadi prioritas. Menjadi pengguna jalan yang baik bukan hanya tentang bisa berkendara, tetapi juga memahami aturan, menghargai pengguna jalan lain, dan selalu mengutamakan keselamatan,” katanya.
Tema SALUD menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bahwa keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Pengenalan nilai-nilai keselamatan sejak bangku sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan berlalu lintas yang tertib dan bertanggung jawab hingga mereka dewasa.
Bagi Astra Motor Bengkulu, kolaborasi dalam kegiatan Harhubnas 2026 tersebut sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam memperluas edukasi keselamatan berkendara. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi dan kolaborasi dengan sekolah, komunitas, perusahaan, maupun institusi lainnya.
Melalui kampanye #Cari_Aman, Astra Motor Bengkulu mengajak generasi muda untuk tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai bagian dari kebiasaan setiap kali berada di jalan.
