Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Senator Leni John Latief: Maulid Nabi Momentum Perkuat Akhlak dan Pembangunan Bumi Merah Putih

 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam 1448 Hijriah yang jatuh pada hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026, merupakan momentum pengingat untuk memperkuat akhlak masyarakat sekaligus mendorong pembangunan daerah.

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Hj Leni Haryati John Latief mengatakan, keteladanan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Menurutnya, sifat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seperti jujur, amanah, cerdas, dan menyampaikan kebenaran dapat menjadi pedoman bagi masyarakat maupun aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas.

"Maulid Nabi menjadi momentum bagi kita untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Nilai kejujuran, amanah, kecerdasan dan kepedulian harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelayanan kepada masyarakat," kata Hj Leni Haryati John Latief.

Lulusan Magister Administrasi Publik Universitas Bengkulu ini menilai nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan semangat pembangunan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemerintahan yang dijalankan dengan kejujuran dan tanggung jawab, kata dia, akan memperkuat kepercayaan masyarakat serta mendorong pelayanan publik yang lebih baik.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Semangat persaudaraan dan saling menghormati perlu terus dipelihara agar pembangunan daerah berjalan aman dan tidak terganggu konflik sosial.

"Kita harus menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan memperkuat silaturahmi. Pembangunan tidak akan berjalan baik kalau masyarakat terpecah," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Khusus di Bengkulu, Senator yang senantiasa tampil anggun dengan hijabnya ini berharap nilai-nilai Maulid Nabi dapat ikut memperkuat upaya mewujudkan daerah yang religius, sejahtera dan bahagia. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral dan kehidupan sosial masyarakat.

Ia menyebut pelestarian budaya lokal bernuansa keagamaan, seperti Sarafal Anam, dapat menjadi salah satu cara memperkuat identitas masyarakat Bengkulu sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.

Di bidang kesejahteraan, Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu ini mendorong penguatan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu melalui zakat, infak dan sedekah. Semangat berbagi tersebut dinilai dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat ekonomi masyarakat.

"Kalau nilai kepedulian dan gotong royong terus hidup, masyarakat akan lebih mudah membangun kesejahteraan bersama. Karena kesejahteraan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang keadilan dan kepedulian," kata Hj Leni Haryati John Latief.

Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini menambahkan, masyarakat yang bahagia adalah masyarakat yang hidup dalam suasana aman, rukun dan saling menghargai. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat toleransi, menjauhi ujaran kebencian dan menjaga hubungan baik antarsesama.

"Semoga peringatan Maulid Nabi tahun ini menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat persatuan dan bersama-sama membangun Bengkulu yang religius, sejahtera dan bahagia," tutup Hj Leni Haryati John Latief.