PedomanBengkulu.com, Bengkulu- Memasuki tahun 2026, upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia memasuki fase penguatan dan keberlanjutan pasca target 2024–2025.
Pemerintah kini memfokuskan strategi pada konsolidasi capaian, peningkatan kualitas intervensi, serta penguatan tata kelola program berbasis data dan evidensi sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Meskipun prevalensi stunting secara nasional terus menunjukkan tren penurunan, evaluasi berkala mencatat masih adanya kesenjangan capaian antarwilayah, tantangan konvergensi lintas sektor, serta variasi kapasitas pemerintah daerah dalam implementasi.
Menjawab tantangan tersebut, khususnya pada lanskap regional Sumatera yang majemuk, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.
Forum strategis ini menjadi wadah advokasi, sinkronisasi kebijakan, dan akselerasi inovasi daerah guna mempertemukan jajaran pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Kabupaten/kota se-Sumatera.
Fokus utama pembahasan mencakup penguatan konvergensi intervensi pada sasaran prioritas (remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita 0-59 bulan), advokasi kebijakan Insentif Fiskal Tahun 2026, integrasi program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B, serta perumusan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret dan terukur.
Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) dengan melibatkan para kepala daerah (gubernur, bupati, dan walikota), jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda/Bapperida), Dinas Kesehatan, serta Dinas PMD/Dukcapil dari seluruh wilayah regional Sumatera.
Untuk Kota Bengkulu, Wakil Walikota Bengkulu Ronny PL Tobing selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu turut mengikuti rapat ini secara daring di Monitoring Center, Diskominfo, Kamis (27/8/2026). Ia didampingi oleh Kadis DP3AP2KB Rosminiarty, Kadinkes Nelli Hartati, Kadis Kominfo, serta jajaran OPD terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk terus menekan angka stunting demi mencapai target wilayah bebas stunting.
"Ya, hari ini ada zoom meeting dengan Pemerintah Pusat bahwasanya terkait stunting ini se-Indonesia dan kita Bengkulu, mohon doanya agar supaya anak-anak yang risiko stunting itu tertangani, menurun ataupun bisa habis," ujar Ronny PL Tobing.
la juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung program-program pemulihan dan pencegahan stunting yang digulirkan oleh pemerintah daerah.
“Jadi mohon doanya agar supaya tetap Pemerintah Kota Bengkulu semangat untuk melakukan penanganan ataupun penindakan anak-anak yang memang risiko stunting-nya itu ada, begitu. Tapi mohon doanya mudah-mudahan tahun ini kita bisa menurun, dan target kita zero stunting,” pungkasnya.