Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Proyek Irigasi Air Seluma Rp. 30,9 Miliar, Petani: Salah Sasaran mala Di bangun Di Kabun Sawit


PedomanBengkulu.com, Seluma - Rehabilitasi Daerah Irigasi Air Seluma Tahap II senilai Rp30.943.070.289 menuai kritik tajam. Pekerjaan di saluran BSK 5 hingga BSK 6 Desa Sukarami, Seluma Selatan dipertanyakan karena tidak menyentuh areal persawahan sama sekali.

Ketua P3A Karya Bhakti Desa Sukarami, Jasmudin, menyebut proyek ini melenceng dari tujuan.  

"Menurut saya, pembangunan irigasi di lokasi BSK 5 hingga BSK 6 yang berada di Desa Sukarami tidak ada manfaatnya sama sekali. Seperti yang kita lihat, di kiri kanan pembangunan saluran irigasi tidak ada lokasi pertanian, melainkan terdapat perkebunan sawit," ujar Jasmudin.

Menurutnya, anggaran negara seharusnya untuk sawah rakyat, bukan kebun sawit. Sementara saluran irigasi SS yang mengairi ratusan hektare sawah justru terabaikan.

Padahal petani sangat membutuhkan perbaikan di SS. Kondisi saluran rawan jebol tanpa pelapis dan lantai beton.  

"Di lokasi irigasi SS para petani sangat membutuhkan saluran irigasi. Kalau tidak dilakukan pemasangan pelapis dan lantainya, kami khawatir saluran di lokasi irigasi SS akan mengalami jebol," katanya.

Kekecewaan makin besar karena ada pemangkasan volume. Saat sosialisasi dijanjikan rehabilitasi BSK 4 hingga SS sepanjang ±800 meter, faktanya di lapangan hanya ±100 meter.  

"Seharusnya pembangunan dilakukan di lokasi BSK 4 hingga irigasi SS lebih kurang 800 meter. Ternyata menurut karyawan atau pekerja, pembangunan hanya sepanjang 100 meter. Hal tersebut membuat kekecewaan bagi masyarakat, lantaran tidak sesuai dengan hasil sosialisasi awal," ungkap Jasmudin.

Jasmudin menegaskan masyarakat tidak menolak program. Tapi lokasi harus tepat sasaran.  

"Mana yang dinamakan pemerintah membantu masyarakat untuk memulihkan lahan pertanian dan juga ketahanan pangan. Kalau pembangunan di BSK 5 dan BSK 6 ini hanya menghambur-hamburkan uang saja," tegasnya.

Ia mendesak Pemda Seluma dan BWS Sumatera VII segera turun lapangan dan mengevaluasi. Proyek dari Kementerian PUPR Ditjen SDA yang dikerjakan PT Bajasa Manunggal Sejati ini harus dikembalikan ke koridor manfaat: mengairi sawah, bukan sawit

Jika irigasi di kawasan persawahan tidak segera diperbaiki, tujuan meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan hanya jadi wacana.


Penulis: Rahmat