Sticky

FALSE

Page Nav

HIDE

GRID

GRID_STYLE

Hover

TRUE

Hover Effects

TRUE

Berita Terkini

latest

Astra Motor Bengkulu Ajak Petugas Lapas Perempuan #Cari_Aman Saat Berkendara

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Berkendara aman bukan sekadar memakai helm. Pengendara juga dituntut mampu membaca situasi, menjaga jarak, hingga mengambil keputusan tepat ketika menghadapi kondisi tak terduga di jalan.

Pesan tersebut disampaikan Astra Motor Bengkulu saat memberikan edukasi safety riding bertajuk #Cari_Aman kepada pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Bengkulu, Kamis (20/8/2026).

Instruktur Safety Riding Astra Motor Bengkulu, Noval Yunaidi, mengatakan edukasi ini menjadi upaya untuk membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman, khususnya bagi para petugas yang menggunakan sepeda motor dalam aktivitas sehari-hari.

“Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang aman bagi para petugas wanita, sehingga mereka dapat lebih memahami risiko dan menerapkan kebiasaan berkendara yang mengutamakan keselamatan,” ujar Noval.

Bukan Hanya Soal Perlengkapan

Dalam edukasi tersebut, peserta tidak hanya diingatkan mengenai kelengkapan berkendara, tetapi juga bagaimana mengantisipasi potensi bahaya sejak sebelum melakukan perjalanan.

Penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm, jaket, dan sarung tangan menjadi salah satu materi dasar. Perlengkapan tersebut berfungsi memberikan perlindungan ketika pengendara menghadapi risiko di jalan.

Namun, perlindungan pengendara juga ditentukan oleh cara mengambil keputusan.

Saat melintasi persimpangan, misalnya, pengendara perlu memastikan kondisi dari kanan dan kiri sebelum melanjutkan perjalanan. Langkah sederhana ini penting untuk mengantisipasi kendaraan lain yang dapat muncul secara tiba-tiba.

Begitu pula ketika berada di belakang kendaraan lain. Pengendara perlu menjaga jarak aman agar memiliki ruang dan waktu yang cukup untuk melakukan pengereman ketika terjadi perubahan situasi di depan.

Jangan Asal Menyalip

Salah satu kebiasaan yang juga mendapat perhatian adalah ketika pengendara hendak mendahului kendaraan lain.

Noval mengingatkan, keputusan menyalip tidak boleh dilakukan hanya karena ingin segera mendahului kendaraan di depan. Pengendara harus memastikan kondisi lalu lintas memungkinkan dan memiliki pandangan yang cukup.

“Pastikan situasi di depan dan belakang benar-benar aman sebelum mendahului. Jangan memaksakan diri ketika kondisi jalan tidak memungkinkan,” kata Noval.

Selain kemampuan membaca situasi, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas juga menjadi bagian penting dalam penerapan #Cari_Aman. Rambu bukan sekadar aturan yang harus dilihat, melainkan menjadi panduan untuk menentukan tindakan ketika berkendara.

Melalui edukasi ini, Astra Motor Bengkulu mendorong para petugas Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu untuk menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan, bukan sekadar kewajiban.