Erna mengatakan, hingga saat ini Bengkulu masih menjadi salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang belum terhubung langsung dengan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera. Kondisi tersebut membuat akses transportasi dan distribusi barang dari dan menuju Bengkulu belum seefisien daerah lain yang telah tersambung melalui jalan tol.
"Bengkulu berada di titik simpul Pulau Sumatera, namun hingga kini belum terhubung langsung dengan jaringan Tol Trans Sumatera yang menghubungkan Lampung hingga Riau. Karena itu, pembangunan Tol Bengkulu–Lubuklinggau menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk meningkatkan konektivitas dan daya saing daerah," ujar Erna Senin (20/7).
Meski demikian, Erna mengakui pembangunan ruas Tol Bengkulu–Lubuklinggau belum dapat dilanjutkan pada tahun anggaran 2026. Hal tersebut disebabkan adanya kebijakan efisiensi anggaran serta keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga pemerintah pusat harus memprioritaskan pembiayaan untuk program-program yang dinilai lebih mendesak.
Namun demikian, ia memastikan akan terus memperjuangkan agar proyek strategis nasional tersebut kembali masuk dalam prioritas pembangunan pemerintah pusat.
"Kami akan terus mengawal dan memperjuangkan agar pembangunan Tol Bengkulu–Lubuklinggau kembali menjadi prioritas. Harapannya, jika kondisi APBN tahun 2027 memungkinkan, pembangunan dapat dilanjutkan secara bertahap," katanya.
Erna menjelaskan, skema pembangunan yang diharapkan dapat dimulai pada 2027 adalah melanjutkan pembangunan hingga tahap dua menuju Kabupaten Kepahiang. Selanjutnya, pembangunan akan diteruskan pada tahap tiga hingga mencapai Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Menurutnya, keberlanjutan proyek jalan tol tersebut tidak hanya akan memangkas waktu tempuh perjalanan, tetapi juga membuka akses ekonomi baru, memperlancar distribusi logistik, meningkatkan daya tarik investasi, serta mempercepat pertumbuhan kawasan di Bengkulu dan wilayah sekitarnya.
"Dengan tersambungnya Tol Bengkulu–Lubuklinggau, konektivitas antardaerah akan semakin baik, biaya logistik dapat ditekan, dan pada akhirnya akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Bengkulu," tutup Erna.
