PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Penggunaan oli mesin yang tidak sesuai spesifikasi masih menjadi kesalahan umum di kalangan pengendara sepeda motor. Padahal, kebiasaan ini dapat memicu berbagai masalah serius yang berdampak langsung pada performa hingga usia pakai mesin.
Kepala Bagian Technical Service Astra Motor Bengkulu, Lucky Hendrik Roberto, menegaskan bahwa pemilihan oli tidak boleh dilakukan sembarangan karena setiap mesin memiliki kebutuhan pelumasan yang berbeda.
“Penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi dapat mempercepat kerusakan komponen mesin. Ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setidaknya ada tiga risiko utama yang mengintai jika pengendara tidak menggunakan oli sesuai rekomendasi pabrikan.
Pertama, mesin menjadi lebih cepat aus. Oli yang tidak sesuai tidak mampu memberikan perlindungan optimal pada komponen internal, sehingga gesekan antarbagian meningkat dan mempercepat keausan.
Kedua, performa motor menurun. Pengendara akan merasakan tarikan yang lebih berat serta konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros. Kondisi ini terjadi karena pelumasan tidak bekerja secara maksimal.
Ketiga, mesin berpotensi mengalami overheat. Oli yang tidak sesuai spesifikasi tidak mampu menjaga suhu kerja mesin tetap stabil, sehingga meningkatkan risiko panas berlebih yang dapat berujung pada kerusakan serius.
Lucky menambahkan, penggunaan oli yang direkomendasikan pabrikan seperti AHM Oil telah dirancang khusus untuk karakter mesin sepeda motor Honda, sehingga mampu menjaga performa tetap optimal sekaligus memperpanjang usia mesin.
“Gunakan oli sesuai anjuran agar mesin tetap awet, performa terjaga, dan berkendara tetap nyaman,” kata dia.
Ia juga mengimbau para pengendara untuk rutin melakukan servis di bengkel resmi (AHASS) agar kondisi motor tetap terpantau dan penggunaan pelumas selalu sesuai standar yang ditetapkan.
