UKK tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Astra Honda Motor sebagai mitra binaan dan didukung Astra Motor Bengkulu. Pelaksanaan ujian dibuat menyerupai standar kerja industri otomotif agar kemampuan siswa dapat diukur secara lebih nyata.
Dalam pelaksanaannya, siswa menjalani sejumlah tahapan praktik mulai dari persiapan kerja, proses perbaikan hingga evaluasi hasil pekerjaan. Penilaian dilakukan oleh guru produktif bersama pihak industri berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan.
Kepala SMKN 3 Seluma mengatakan, UKK berbasis industri menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja.
"Melalui UKK ini, kami ingin memastikan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilannya secara langsung. Ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk terjun ke dunia kerja," ujarnya.
Sementara itu, Vocational Manager Astra Motor Bengkulu, Lucky Hendrik Roberto, menilai kolaborasi antara sekolah dan industri penting untuk menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha.
"Kerja sama antara sekolah dan industri seperti ini sangat penting untuk memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi sesuai standar industri. Kami berharap siswa tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi otomotif," kata Lucky.
UKK sendiri menjadi salah satu syarat kelulusan siswa SMK sekaligus sarana untuk mengukur pencapaian kompetensi. Siswa yang dinyatakan kompeten nantinya akan memperoleh sertifikat keahlian yang dapat digunakan sebagai nilai tambah saat melamar pekerjaan.
Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh tahapan ujian. Bagi sebagian siswa, UKK berbasis industri ini menjadi pengalaman pertama menghadapi sistem penilaian langsung dengan standar dunia kerja.
